Ditargetkan Rampung 28 Desember 2020, Jembatan Musi VI Menjadi Icon Baru Kota Palembang

Proses pengerjaan Jembatan Musi VI yang menghubungkan antara kawasan 32 Ilir dan Seberang Ulu 1 Palembang, Sumsel, Selasa (17/11/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Sudah enam tahun sudah proyek Jembatan Musi VI Palembang, Provinsi Sumatera Selatan telah berjalan. Puluhan miliar dana sudah digelontorkan.

Bacaan Lainnya

Namun pertanyaannya kapan jembatan yang menghubungkan antara kawasan 32 Ilir dan Seberang Ulu 1 Palembang ini akan rampung dan bisa digunakan oleh masyarakat.

Tim Sumselupdate.com datang langsung ke lokasi proyek dan bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI Palembang, Ir Aria Darmawan, MT. Aria Darmawan menuturkan proyek Jembatan Musi VI ini direncanakan akan rampung pada 28 Desember 2020 mendatang.

“Pada tanggal 1 November 2020 kita sudah menyambung posisi Ilir dan Ulu. Artinya seluruh tahapan konstruksi tinggal memasuki tahapan pengecoran lantai. Dan Insya Allah kita targetkan 28 Desember 2020 rampung,” ujarnya  kepada Sumselupdate.com, Selasa (17/11/2020).

Dikatakannya progres pembangunan Jembatan Musi VI Palembang sudah mencapai 90 persen.

Proses pengerjaan Jembatan Musi VI yang menghubungkan antara kawasan 32 Ilir dan Seberang Ulu 1 Palembang, Sumsel, Selasa (17/11/2020).

Aria mengatakan, ciri khas Jembatan Musi VI Palembang ini memiliki desain khusus. Terlebih memiliki lighting yang mempunyai pesona tersendiri dan diyakini bakal menjadi Icon baru masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan jika Jembatan Musi VI Palembang akan berfungsi mengurangi volume kendaraan di Kota Palembang.

Sejauh ini, kata Herman Deru, ada tiga jembatan yang menjadi penghubung antara kawasan seberang Ilir dan Ulu yakni, Jembatan Ampera, Jembatan Musi IV, dan Jembatan Musi II Palembang.

Sementara dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian pembangunan Jembatan Musi VI, menurut Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel Darma Budhi, sebesar Rp87 miliar.

Dharma mengatakan, pembangunan Jjembatan Musi VI dimulai pada tahun 2015 menggunakan dana APBD Provinsi Sumsel.

Pada tahap pertama, pembangunan Jembatan Musi VI dilaksanakan tahun kontrak 2015, dengan jenis kontrak tahun jamak dan masa pelaksanaan 756 hari kerja dengan nilai kontrak Rp344,3 miliar.

Kemudian untuk pembangunan tahap kedua juga bersumber dari APBD Provinsi Sumsel, tahun anggaran 2018, jenis kontrak tahun jamak, nilai kontrak Rp135,3 miliar dengan masa pelaksanaan 360 hari kerja, dan masa pemeliharaan 360 hari kerja dengan kontraktor pelaksana PT Nindya Karya.

Dengan demikian total nilai untuk tahap pertama dan kedua adalah Rp469,6 miliar. Jumlah dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian pembangunan jembatan Musi VI senilai Rp87 miliar. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.