Ditanya Kuasa Hukumnya, Suhandy Menyesal dan Kapok

Kuasa hukum terdakwa Suhandy, Titis Rachmawati SH MH.

Palembang, Sumselupdate.com – Dihadapan Majelis Hakim PN Tipikor Palembang, terdakwa Suhandy dalam kasus dugaan fee proyek Muba mengakui jika perbuatannya melanggar hukum, dan mengaku menyesal, serta kapok.

“Saya baru tahu jika ini semua melanggar hukum, saya kapok,” ujar Suhandy saat ditanya oleh kuasa hukumnya terkait perbuatannya dihadapannya majelis hakim dalam sidang.

Read More

Dikonfirmasi usai sidang, Kuasa hukum terdakwa Suhandy, Titis Rachmawati SH MH mengatakan, jika terdakwa Suhandy, telah mengakui perbuatannya.

Dari persidangan dikatakan Titis, diketahui bahwasanya Suhandy setelah memberikan fee proyek, kliennya juga memberikan fee lainnya pada beberapa oknum pejabat di lingkungan PUPR Muba, dan ULP.

Tidak hanya itu, Suhandy juga mengembalikan uang lebih bayar atas dua proyek yang belum diselesaikan olehnya.

“Belum diselesaikan dua proyek itu karena adanya perkara ini, jadi klien kami ini tidak bisa mengerjakannya. Selain itu juga pihak Suhandy tidak diberikan perpanjangan waktu, sedangkan PUPR membebankan dengan uang-uang lainya,” jelas Titis.

Dengan Suhandy tidak memberikan uang lagi, maka kontrak Suhandy diputus sepihak oleh PUPR Muba.

Sementara itu dikonfirmasi pada Jaksa Penuntut KPK, Ihsan mengatakan dari keterangan terdakwa Suhandy, memperkuat dakwaan pihaknya.

“Sesuai dengan dakwaan kami Suhandy setidaknya telah melakukan suap senilai Rp4,4 miliar. Itu untuk Bupati Muba, dan pada Kadis serta Kabid PUPR Muba,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.