Distribusi Air Bersih Mati Lima Hari, Pelanggan Geruduk Kantor PT Tirta Sriwijaya Maju

Writer: - Selasa, 3 Februari 2026
Warga pelanggan PT Tirta Sriwijaya Maju mendatangi kantor perusahaan di Talang Kelapa, Palembang, untuk mengeluhkan distribusi air bersih yang terhenti selama lima hari, Selasa (3/2/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Sejumlah pelanggan PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih yang telah berlangsung selama lima hari lima malam tanpa kejelasan informasi dari pihak manajemen perusahaan.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang beroperasi di kawasan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL), itu menjadi sorotan publik setelah beredar video warga mendatangi kantor TSM sambil membawa jeriken dan ember kosong untuk sekadar menumpang mandi, Selasa pagi (3/2/2026).

Read More

Salah satu pelanggan, HR, warga Perumahan Royyan Mulya Tanjung Barangan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan mengatakan dirinya bersama penghuni perumahan lain mendatangi kantor TSM pagi tadi untuk meminta penjelasan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena tidak ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

“Kami sudah lima hari lima malam tidak dapat air. Anak tetangga sampai tidak masuk sekolah karena tidak bisa mandi. Kami datang ke kantor, tapi tidak ada penjelasan,” ujar HR dalam video yang beredar, Selasa (3/2/2026).

Ironisnya, selain minimnya informasi, salah seorang pegawai TSM justru mempersilakan warga menggunakan toilet kantor untuk mandi. Sikap tersebut dinilai pelanggan tidak menyelesaikan persoalan utama, yakni terhentinya distribusi air bersih.

Keluhan tidak hanya datang dari satu perumahan. Warga dari kawasan lain juga mendatangi kantor TSM dengan persoalan serupa.

Mereka mengaku air kerap tidak mengalir selama berhari-hari, sementara biaya beban air sekitar Rp60 ribu per bulan tetap harus dibayarkan.

“Biaya beban air tetap ditagih setiap bulan, nilainya bahkan lebih mahal dari PDAM. Tapi kualitas pelayanannya sangat buruk, air sering mati lebih dari dua hari,” kata pelanggan lainnya, NF.

Para pelanggan juga menilai solusi distribusi air menggunakan mobil tangki yang pernah dilakukan pihak TSM tidak efektif. Pasokan air dinilai jauh dari cukup dibandingkan jumlah pelanggan yang membutuhkan.

“Pernah hanya dua mobil tangki untuk sekitar 200 orang. Itu pun datang siang hari, banyak warga sedang bekerja jadi tidak kebagian. Akhirnya warga malah ribut satu sama lain,” ungkapnya.

Masalah lain yang dikeluhkan adalah tetap berjalannya tagihan air pada rumah yang tidak dihuni. Salah seorang pelanggan mengaku harus membayar tagihan hingga Rp500 ribu dalam tiga bulan meski rumahnya kosong.

Jika tagihan tidak dilunasi dalam waktu satu bulan, sambungan air akan diputus. Untuk penyambungan kembali, pelanggan dikenakan biaya sekitar Rp350 ribu.

Apabila menunggak lebih lama, pelanggan diwajibkan membayar biaya pemasangan baru, yakni sekitar Rp1,4 juta untuk rumah tangga dan Rp2 juta untuk pelanggan niaga.

“Padahal rumah itu tidak ditempati, tapi biaya beban tetap berjalan,” keluh pelanggan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari jajaran direksi PT Tirta Sriwijaya Maju terkait penyebab terhentinya distribusi air maupun langkah konkret penanganan keluhan pelanggan.

Saat dihubungi Sumselupdate.com manajemen PT Tirta Sriwijaya Maju belum merespon.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts