Disdik Larang Sekolah Gelar UNBK Jika Belum Memenuhi Standar Teknis

Rabu, 17 Februari 2016
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Widodo, MPd.

Palembang, Sumselupdate.com

Setidaknya 84 sekolah di Palembang, 439 sekolah negeri dan 200-an sekolah swasta di Sumatera Selatan dipastikan bisa menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT) tahun 2016.

Bacaan Lainnya

Namun sampai saat ini server komputer di pusat Jakarta masih mengalami kendala dalam running program saat diakses. Di Sumsel, Dinas Pendidikan sudah siap menyelenggarakan UNBK.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Widodo, MPd menilai UNBK ini tidak diterapkan pada semua sekolah, hanya sekolah yang memenuhi standar teknis saja yang akan menyelenggarakan UNBK.

Seperti contoh di sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer atau daerah terpencil yang belum dialiri listrik.

Bahkan Widodo melarang sekolah menggelar UNBK tanpa memiliki fasilitas yang memadai.

“Tidak boleh sekolah yang belum memiliki jaringan, komputer, dan listrik untuk menyelenggarakan UNBK, tidak boleh, apalagi membebani orangtua siswa,” katanya, Rabu (17/2).

Sekadar diketahui, UNBK adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Untuk sekolah-sekolah di Kota Palembang hampir seluruhnya siap dibanding daerah-daerah lain di Sumsel.

Palembang tergolong yang paling siap secara fisik, karena saran komputer, jaringan internet, dan listrik sudah tersedia.

Saat ditanya kendala aliran listrik padam saat ujian berlangsung, Widodo menjawab, pihaknya akan melakukan MoU dengan pihak PLN agar saat pelaksanaan tidak menjadi kacau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulianto, SPd, MM mengatakan, baru puluhan sekolah yang siap melakukan UNBK.
Untuk tingkat SMA sebanyak 21 sekolah, SMK 13 sekolah, dan SMP sebanyak 8 sekolah yang siap melaksanakan UNBK.

Menurut Zulianto, belum seluruhnya sekolah menerapkan UNBK lantaran masih kekurangan perangkat lunak seperti jaringan internet dan komputer.

Ditanya ketersediaan arus listrik PLN saat berlangsungnya UNBK, Zulianto mengaku, sekolah sudah disiapkan mesin genset yang kapasitas bisa menghidupkan sejumlah komputer. (erk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.