Diduga Selewengkan Uang Asuransi, Mantan Karyawan BRI Life Masuk DPO

Laporan: Mutakim Alparizi

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Mantan karyawati Asuransi BRI Life di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, diduga selundupkan uang asuransi milik nasabah hingga Rp1,2 miliyar.

Read More

Mantan karyawati Asuransi BRI tersebut adalah Nurrahmah Fitri alias Fitri warga Komplek II, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, Provinsi Sumsel, yang tinggal di Prumnas Ajib, Desa Mekar Jaya (3A), Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Kini pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 76 orang yang menjadi korban penipuan itu dan diduga masih ada ratusan korban lainnya.

Sahlan (47), salah satu korban meminta pihak Bank BRI bertanggung jawab atas kejadian ini, karena kata Sahlan transaksi pembayaran ansurasi BRI Life langsung dilakukan di kantor Bank BRI dengan memotong langsung rekening tabungan.

”Karena uang kami langsung dipotong oleh pegawai BRI Life itu dari rekening, untuk biaya administrasi dan biaya Asuransi BRI Life, bukan saya yang langsung membayar ke pegawai BRI Life, tapi langsung di potong dari rekening,” ungkapnya.

Dengan demikian, Sahlan berharap kepada pihak yang terkait terutama Bank BRI, karena katanya dirinya mengenal pegawai BRI Life itu di BRI waktu kredit uang.

”Kami mohon BRI bertanggung jawab atas nasabah ini, karena kami sebagai nasabah dirugikan. Saya dua asuransi itu sebesar Rp20 juta, yang sampai saat ini bukti polis belum juga kami terima. Namun saat pegawai BRI Life datang ke rumah kami dan memberikan bukti polis, ternyata polis itu palsu dan turun tim audit dari Jakarta mengatakan bahwa kami tidak terdaftar, dan kami minta kepada tim audit itu untuk bertanggung jawab dan dikasih perjanjian perjanjian itu,” ujarnya.

Pada saat pemotongan di rekening untuk Asuransi BRI Life, dirinya tidak menerima bukti pembayaran dengan alasan menunggu polis sudah selesai.

“Kami tidak dikasih bukti pembayaran, sampai sekarang rata-rata kami semua tidak memegang bukti pembayaran itu, karena alasannya polis-nya belum jadi,” ucapnya.

Di tempat yang sama Ernawati (52), juga mengalami nasib serupa sebanyak Rp35 juta raib tertipu oleh eks pegawai Asuransi BRI Life.

”Awalnya saya tahun 2015 itu ditawarkan oleh Fitri untuk ikut Asuransi BRI Life, tapi saya tidak mau, Namun akhirnya saya terkena juga 2017. Saya ikut Fitri tidak taunya uang itu tidak disetorkan oleh Fitri, saya sudah menyetorkan uang dengan Fitri sebanyak Rp35 juta,” katanya.

Dikatakan Ernawati, dirinya menyerahkan uang sebanyak Rp35 juta itu langsung dengan pegawai Asuransi BRI Life dan disaksikan oleh pegawai Bank BRI karena pembayaran di kantor Bank BRI dan juga tidak menerima bukti pembayaran.

”Kwitansi pembayarannya ada, tapi di pegang oleh pihak bank, karena pihak bank bertanggung jawab, sebab kata pihak bank takut kalau Fitri itu macam-macam. Namun saya kejadian ini pihak bank mengatakan untuk sabar uang ibu nanti dikembalikan, sabar kami ini sampai kapan batasnya,” jelasnya.

Sementara Kapolres Empat Lawang AKBP Patria Yuda Rahadian SIK melalui Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Asep Sumpena mengatakan terduga Fitri saat ini masuk DPO oleh pihak kepolisian, karena diduga melakukan penipuan kepada nasabah ansuransi bri life.

”Terduga Fitri saat ini statusnya sudah DPO pihak kepolisian dan akan dikenakan Pasal 76 undang undang no 40 tahun 2014 tentang peransuransian dengan acaman hukaman 5 tahun dan denda Rp5 milyar,” tandasnya.

Sementara dari BRI hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.