Diduga Korban Salah Tangkap, Aidil Aditiawan Laporkan Oknum Anggota Reskrim Polsek SU I Palembang

Keluarga Aidil Aditiawan didampingi kuasa hukumnya melaporkan oknum anggota Reskrim Polsek SU I Palembang ke Unit Yanduan Bid Propam Polda Sumsel, Kamis (25/8/2022) siang.

Laporan: Diaz Erlanggaa

Palembang, Sumselupdate.com – Diduga mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi, keluarga Aidil Aditiawan membuat laporan ke Unit Yanduan Bid Propam Polda Sumsel, Kamis (25/8/2022) siang.

Read More

Aidil Aditiawan (33), warga Jalan Faqih Usman, Lorong H Ujang, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang diduga menjadi korban salah tangkap anggota Reskrim Polsek Seberang Ulu 1 Palembang terkait tuduhan memiliki narkoba jenis shabu-shabu.

Seperti yang disampaikan kuasa hukum korban Muhammad Romadona, SH yang menduga anggota Reskrim Polsek SU 1 Palembang telah melakukan penganiayaan terhadap kliennya.

“Kami baru saja membuat laporan yang dilakukan oleh beberapa anggota Polsek SU 1 yang diduga salah tangkap dan melakukan penganiayaan,” ungkapnya.

Dikatakannya, kasus ini bermula saat kliennya Aditiawan hendak mengambil uang di mesin ATM Bank Sumsel Babel yang berada di Jalan Aiptu Wahab, Kertapati Palembang pada Jumat (19/8/2022) sore.

“Menurut penuturan korban belum sempat ke mesin ATM, tiba-tiba dari arah belakang, tubuh korban ditendang hingga mengenai tulang belakang dan seseorang yang mengatakan dari pihak Kepolisian SU 1 Palembang,” ungkapnya.

Bahkan, Romadona menjelaskan, kliennya juga dipukul pada bagian wajah membuat mata Aditawan bengkak membiru dipaksa untuk membuka seluruh pakaiannya di depan umum.

“Setelah itu korban dibawa ke Polsek SU 1 hingga sesampainya di sana korban diborgol dan kembali dipukul berkali-kali hingga mengenai punggung dan bokong korban hingga tidak sadarkan diri,” tuturnya lagi.

Karena tidak sadarkan diri, Aditiawan tidak mengetahui kalau dirinya sudah ada di Rumah Sakit Bari Palembang.

Diketahui korban mengalami beberapa luka memar hingga mengakibatkan patah tulang di bagian jari tangan.

“Korban mengalami sakit di tulang belakang, jari-jari tangan patah, tulang kaki retak, memar di bokong dan bengkak di bagian mata,”ujarnya

Kakak Aditiawan yakni Alex Sutra (36) mengatakan, saat peristiwa penangkapan itu mengaku jika dirinya dihubungi oleh pihak kepolisian untuk datang ke Polsek SU 1 Palembang.

“Kami ditelepon oleh polisi untuk datang ke Polsek  SU 1, saat saya dan ayah saya datang mereka menjelaskan bahwa adik saya ditangkap karena diduga membawa narkoba. Namun saat digeledah tidak ada barang tersebut. Dan pihak kepolisian menjelaskan saat itu korban sudah berada di rumah sakit,” ungkap kakak korban.

Kata Alex, saat itu ia mempertanyakan kenapa Aditiawan dibawa ke rumah sakit.

Katanya saat itu polisi menjelaskan Aditiawan mencoba kabur dari penangkapan. Namun saat dijenguk, luka korban begitu parah.

“Saat kami melihat dan bertanya kepada adik saya, ternyata luka yang diderita tidak sesuai, kenapa bisa separah itu,” ungkapnya.

Saat kakak korban meminta visum akibat luka yang diderita adiknya begitu parah, pihak rumah sakit justru menolak.

“Saat kami meminta hasil visum kami selalu dihalangi, dan pihak kepolisian pun langsung pergi begitu saja tanpa melakukan pertanggungjawaban kepada apa yang dialami oleh adik saya,” katanya lagi.

Setelah itu, Alex mengaku  bahwa Aditiawan masih dipaksa ke kantor polisi untuk mengakui meski tidak ditemukan barang bukti.

“Kami harus melakukan rawat jalan karena kami tidak sanggup membayar biaya perawat di Rumah Sakit tersebut,  seluruh biaya perawat semuanya hampir 10 juta rupiah.”, tuturnya lagi.

Keluarga Aidil Aditiawan berharap kasus tersebut dapat diselesaikan.

“Kami meminta kepada Kapolda Sumsel untuk menindaklanjuti laporan kami ini. Saya berharap Pak Kapolda bisa membantu masyarakat tidak mampu seperti kami ini,” harapnya saat mengakhiri pembicaraan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek SU 1 Palembang Kompol Ahmad Firdaus membantah adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya.

Namun ia membenarkan terkait adanya penangkapan yang dilakukan anggotanya terhadap Aidil Aditiawan.

“Memang ada LP-nya tapi tidak ditemukan barang bukti saat digeledah. Makanya dilepaskan, tidak ada penganiayaan seperti yang dilaporkan itu,” tegas Firdaus saat dikonfirmasi awak media. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.