Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Di hari kemerdekaan Indonesia, warga Pasar 26 Ilir dihebohkan dengan aksi pengeroyokan dan pembacokan yang dilakukan enam orang preman terhadap petugas retrebusi pasar, Selasa (17/8/2021).
Akibat pengeroyokan ini, korban kondisinya kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Menurut saksi mata, korban diketahui bernama Muhammad Ivan Lani (25).
“Kejadiannya jam tujuh pagi, saat itu saya di samping korban. Peristiwanya begitu cepat. Tiba-tiba saja korban dibacok tangannya saat memberikan tiket retrebusi uang pasar hingga uang dan tiketnya jatuh semua,” ujar Kusnadi (51) saat ditemui sore tadi oleh wartawan, Selasa (17/8/2021).
Kemudian dirinya lari sejauh 700 meter, sementara korban terjatuh dan dilihatnya ada enam orang yang dikenalinya membawa senjata parang dan pedang mengincar dirinya dan korban.
“Mereka ngejer aku jugo dan yang lain. Tapi aku berhasil jauh dari kejaran mereka. Saat aku balik dan mau bantu korban salah satu dari mereka berinisial A mengajak gerombolan untuk membunuh korban,” katanya.
Dilanjutkannya, korban berhasil menyelamatkan diri dengan lari menaiki becak. Sementara Kusnadi juga berhasil lari dari gerombolan tersebut.
Dikatakannya korban mengalami luka di bagian kepala, tubuh bagian belakang dan yang paling parah tangan kiri korban mengalami luka bacok hingga ke tulang.
Sementara itu saksi lainnya, Feri Datuk mengungkapkan, dia diberitahu anak buahnya bahwa korban mengalami luka-luka.
“Ku tanya ngapo kau tuh. ‘Dibacok A dan kawan lainnyo. Tolongi aku mang katonyo nafas aku lemah mati aku’,” ungkap Feri menceritakan percakapan dengan korban.
Korban telah berangkat ke RS Charitas untuk mendapatkan perawatan. Lalu, Feri dan Kusnadi melaporkan tindakan yang dilakukan keenam preman tersebut ke Polsek Ilir Barat 1 Palembang.
Dari keterangannya, pihak kepolisian Ilir Barat 1 Palembang telah melakukan olah TKP dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Saat ini korban sedang di meja operasi,” paparnya. (**)











