Di Tengah Pencairan Dana Desa, 114 Kades di Ogan Ilir Ramai-ramai ke Jawa Barat

Jumat, 19 Juli 2019
Bus yang mengantar para kades di OI berangkat ke Jawa Barat

Inderalaya, Sumselupdate.com – Sebanyak 114 kepala desa di Kabupaten Ogan Ilir berangkat ke Bandung Jawa Barat.

Berangkatnya ratusan kades ini di tengah cairnya sebagian Dana Desa (DD) sebesar 40 persen.

Read More

Kegiatan kades dalam tujuh kecamatan OI yang ramai-ramai ke Jawa Barat yang dilepas langsung Bupati OI HM Ilyas Panji Alam, Jumat (19/7/2019).

Pelepasan para kades yang juga diikuti para Camat, dan petinggi-petinggi pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) serta sebagian Inspektorat dilakukan di Gedung Serbaguna Pendopoan Bupati Ogan Ilir.

Salah satu kades yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan mengatakan belum ada pencairan dana desa namun harus ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Saya sampai cari utangan sana-sini, ini rombongan kades mau ke Bandung. Ya kalau ada utangan duit panas ya dipakai dulu tidak mengapa. Soalnya DD-kami belum cair kok. Kalau tidak ikut, nanti kena marah,” ujarnya mewanti-wanti untuk namanya tidak disebutkan.

Kepala Bidang Pemerintah Desa Ismed Ledy mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif dari ketua forum Kades yang menggandeng pihak DMPD yang diikuti 114 Kades di tujuh Kecamatan.

Saat ini kecamatan yang ikut serta antaranya Pemulutan Selatan, Sungai Pinang, Tanjungbatu, Inderalaya Selatan, Inderalaya Utara dan sebagainya. Sisanya akan berangkat pada tahap kedua.

“Kegiatan tersebut insiatif dari Ketua Forum Kades yang bekerja sama dengan kita selaku PMD yang diikuti 114 Kades di tujuh kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk membangun Bumdes di desa masing-masing.

“Melalui kegiatan ini bisa membangun Bumdes lebih baik lagi. Desa yang dituju dalam kegiatan tersebut di Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Disinggung soal adanya dugaan kesan “pemaksaan” keikutsertaan kegiatan tersebut, ia mengatakan tidak ada paksaan sama sekali dari pihak manapun. Bahkan kegiatan tersebut diselenggarakan atas inisiasi dari forum kades.

“Kegiatan ini tidak menggunakan dana desa (DD), nantinya di Jabar akan mendapatkan pelatihan soal Bumdes dan sebagainya. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk meningkatkan pengetahuan kades. Jadi tidak ada yang memaksa dan dipaksa, uangnya juga pribadi masing-masing kades. Kalau mereka mau cari utangan ya pribadi merekalah. Ibaratnya ada yang mau mengajak ke Palembang, ayo siapa mau ikut? Itukan tidak bisa dipaksa. Kalau mereka mau cari utangan, ya itu tanggungjawab mereka sendiri,” cetusnya. (hen)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts