Seniman Kondang Asli Pagaralam, Kecewa Terhadap DKP

Jumat, 19 Juli 2019
Arman Idris sang Seniman Gitar Tunggal Besemah.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pengukuhan sekaligus pelantikan pengurus Dewan Kesenian Pagaralam (DKP) oleh Walikota Pagaralam beberapa waktu lalu rupanya menyisakan kekecewaan dari Arman Idris sang Seniman Gitar Tunggal Besemah.

Kekecewaan bercampur kecewa Arman Idris ini lantaran dirinya merasa tidak dihargai sekaligus dilangkahi serta tidak dilibatkan sama sekali dalam inisiasi pembentukan maupun di kepengurusan Dewan Kesenian kota Pagaralam.

Read More

Pangkal kekecewaan Arman Idris yang kesehariannya banyak menghabiskan waktu dengan mengisi berbagai macam acara ini, kepada awak media menceritakan bahwa dirinya merasa sangat disepelekan oleh beberapa pihak.

Padahal dirinyalah yang pertama diutus mewakili pemerintah kota, dalam hal ini dinas Pariwisata untuk mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) tingkat Provinsi pemilihan Ketua Dewan Kesenian Provinsi Sumatera Selatan bersama 17 Kabupaten/kota se-Sumsel.

“Sekitar jelang akhir 2018 lalu, saya diminta oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam untuk mewakili kota Pagaralam dalam pembentukan sekaligus pemilihan ketua Dewan Kesenian provinsi Sumatera Selatan di hotel Amaris bersama 17 peserta dari kabupaten/kota se-Sumsel. Dimana saudara Muhammad Sahril terpilih sebagai ketuanya, dan setelah kegiatan itu saya pulang dan melaporkannya kembali ke pihak Dinas Pariwisata sekaligus membawa amanah pembentukan pengurus dewan kesenian daerah yang nantinya akan dilantik oleh pengurus provinsi,” ungkap Arman Idris.

Lanjut Arman, setelah melaporkan hasil kegiatan itu (pemilihan ketua provinsi-red) ke pihak dinas, dirinya mengaku tidak mendapat informasi lanjutan soal rencana maupun inisiatif pembentukan dewan kesenian daerah kota Pagaralam.

“Setelah melaporkan hasil musda itu ke pihak dinas, saya tidak lagi mendapat informasi soal kelanjutan inisiatif pembentukan pengurus kesenian daerah untuk di tingkat II,” tambah Arman yang aktif mengajar kesenian gitar tunggal khas Besemah di 33 lembaga pendidikan mulai tingkat SMP/SMA dan perguruan tinggi direkomendasi dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam.

Lantas kekecewaan Arman Idris memuncak, lantaran tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba sudah terbentuk dan dikukuhkannya pengurus Dewan Kesenian Daerah kota Pagaralam yang dilantik oleh walikota Pagaralam Alpian Maskoni Pagaralam 30 Maret 2019 lalu.

“Terus terang saya pribadi sangat kecewa, lantaran saya sama sekali tidak diberi tahu soal inisiatif pembentukan maupun pelantikan DKP itu, yang saya dengar tiba-tiba di lantik langsung oleh walikota,” pungkasnya sembari mengatakan seharusnya baik pihak dinas maupun calon pengurus secara etika berkoordinasi dengan dirinya.

Sebab dirinya salah satu penggiat kesenian daerah juga yang mewakili pemerintah daerah saat Musda di provinsi.

Tak lupa dia juga berharap agar para pengurus DKP kota Pagaralam yang telah dilantik agar benar-benar serius menjaga dan memajukan seni budaya sehingga keberadaan organisasi ini dapat memberi manfaat utamanya bagi para pengiat dan pekerja seni yang ada. (Ric)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts