Muratara, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara membuka lebar kepada investor untuk berinvestasi. Salah satu buktinya pemerintah telah memberi izin kepada PT Muratara Agro Sumatera (Mas).
Bupati Muratara H Syarif Hidayat menegaskan bahwa pihaknya sanggup menjamin kemanan dan percepatan pelayanan di wilayah Kabupaten Muratara.
“Kita serahkan surat izin lahan 8.000 hektar yang sudah disetujui kepada PT Muratara Agro Sumatera, ini merupakan bukti kita sangat respon dengan kedatangan investor di wilayah kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan kedatangan PT Mas yang beragerak di bidang perkebunan tebu dan tepung tapioka akan memberikan dampak positif, khususnya dalam bidang pembangunan yang cukup besar dan setelah pihak perusahaan melakukan survei, perkebunan itu akan melibatkan banyak masyarakat.
“Kita membuka peluang sebesar-besarnya bagi investor mana pun, saya sendiri yang menjamin sektor keamanan dan pelayanan. Ini merupakan dukungan kepada pihak swasta yang ingin berinventasi,” tandasnya.
Untuk itu ia berharap, dengan kedatangan investor di Muratara ini, setidaknya mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Hasil pengkajian Pemkab Muratara, seluruh investor membutuhkan jaminan kemanan untuk menggerakan bisnis mereka.
Seluruh masyarakat Muratara diharapkan dapat mendukung secara optimal, sehingga banyak investor lain yang bisa berinventasi di wilayah ini.
Sementar itu Direktur PT Mas, Purnomo di dampingi Komisaris, Sampurna, menuturkan pihaknya sangat terbantu dengan dukungan penuh yang diberikan Pemkab Muratara. Dalam waktu dekat pabrik dan perkebunan tebu itu akan segera didirikan.
Ia memprediksi, setidaknya untuk menjalankan oprasional perusahaan, mereka mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
“Semua tenaga kerja itu dari Muratara dengan perbandingan 80 : 20 persen. Yang 20 persen itu tenaga ahli. Untuk pembangunan pabrik kita mulai secepatnya, setidaknya butuh waktu dua tahun untuk berdiri penuh,” tuturnya.
Lanjutnya inventasi perkebunan tebu ini sangat cocok di wilayah Muratara, karena masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan warga secara maksimal. “Kami juga akan memberdayakan perkebunan rakyat. Yang jelas kita akan dirikan dulu pabrik di sini, karena pemerintah juga sudah menunggu lama,” jelasnya.
Dirinya menerangkan, perkebunan tebu saat ini menjadi prioritas pemerintah Indonesia, kerena Presiden sudah menyatakan secara langsung, bahwa Indonesia harus meningkatkan produksi tebu, sebab sejauh ini masih mengimpor gula dari luar negeri.
Serta diharapkan, seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah. Sehingga pelaksanaan pembangunan di Muratara bisa berjalan maksimal. “Kita sudah inventasi sekitar Rp3,1 triliun untuk di Muratara, ke depan pasti kita harap ada peningkatan lagi,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Bappeda Muratara, H Erwin Syarif menuturkan masih ada satu investor lagi yang bakal berinventasi di wilayah Muratara dan seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat harus mendukung penuh inventasi di Muratara.
“Dengan masuknya investor, banyak manfaat yang bisa kita rasakan. Seperti ketersediaan lapangan kerja, pemanfaatan lahan terlantar, sampai peningkatan tarap hidup masyarakat,” jelasnya. (in)











