Dewan Pertanyakan Anggaran KA Kertalaya

RA Anita Noeringhati

Palembang, Sumselupdate.com – Kereta api Kertalaya sejak beberapa tahun ini pengoperasionalannya terbengkalai, meski demikian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap menggelontorkan sebesar Rp4,2 miliar pada tahun ini untuk perawatannya. Kebijakan Kemenhub ini pun sangat disayangkan DPRD Sumsel.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati mengungkapkan, cairnya dana untuk operasional Kertalaya yang merupakan kereta api khusus mahasiswa Universitas Sriwijaya adalah penganggaran yang tidak tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Sehingga ia menilai pemerintah pusat asal dalam melakukan penganggaran karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan daerah, di mana apakah anggaran ini bermanfaat atau tidak.

“Harusnya kan pemerintah pusat koordinasi dengan daerah, apakah anggaran ini bermanfaat atau tidak. Terminal atau stasiun Kereta api Kertalaya itu sudah lama terbengkalai, sehingga apa yang diinvestasikan ke sana banyak tidak bermanfaat daripada manfaatnya. Jadi harus mencari solusi dulu, bagaimana kereta api Kertalaya bisa dimanfaatkan,” kata Anita, Kamis (3/1).

Pihaknya menyarankan agar dana Rp 4,2 miliar yang telah dianggarkan tersebut dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Saat ini, menurut Anita operasional KA Kertalaya perlu dilakukan evaluasi agar jalur kereta api untuk mahasiswa tersebut lebih efektif dan bermanfaat.

“Tujuan membangun jalur kereta api tersebut  adalah untuk mengurangi kecelakaan bagi mahasiswa Unsri yang setiap harinya melintas jalur Palembang-Indralaya. Tapi kalau kita lihat ternyata stasiun yang dibangun sekarang pun masih di luar area kampus, ini perlu dievaluasi kembali. Bila perlu stasiun dibangun di dalam area kampus,” ujarnya.

Ditambahkan Anita, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel akan mencoba mengusulkan rencana tersebut ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

“Kita akan berkoordinasi kembali dengan kementerian meski kita tidak bisa mengawasi secara langsung karena anggaran tersebut merupakan anggaran pusat,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengapresiasi Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang menganggarkan dana pengoperasian KA Kertalaya secara berkelanjutan dan terjaga. (mor) 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.