Palembang, Sumselupdate.com – Tiga kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania, Sriwijaya Mania (S-Man) Sumsel dan Ultras Palembang, sepakat memboikot dukungan kala Sriwijaya FC bermain kandang.
Aksi boikot dukungan ini, mulai mereka lancarkan pada laga SFC menjamu Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (7/6/2017) malam.
Dalam laga melawan tim berjuluk Naga Mekes ini, tidak seperti biasanya tribun selatan, utara dan timur sepi. Itu karena Singa Mania, Ultras Palembang dan Sriwijaya Mania (S-Man) Sumsel menghentikan dukungannya.
Dikatakan Ketua Singa Mania Ariyadi Eko Neori, Kamis (8/6/2017) menyebut, aksi boikot dukungan ini sebagai bentuk protes pada pihak ketiga, yang mengelola tiket kandang SFC, karena kuota diskon yang diberikan pada suporter dipangkas.
“Singa Mania dapat kuota 2.000 tiket diskon 50 persen, jika terjual cuma 1.000 tiket, pengelola tiket meminta Singa Mania membayar 900 tiket yang tidak terjual dan hanya 100 tiket yang bisa dikembalikan,” ungkapnya.
Hal itu tentu memberatkan, karena ketiga suporter rata-rata tidak mempunyai kas untuk hal itu.
Sementara bila pada pertandingan tertentu suporter meminta kuota tiket lebih, maka diskon tak sampai 50 persen.
Hal itulah yang memberatkan suporter Singa Mania. Publik tahu betul bila suporter ini datang dari kalangan remaja, mereka yang rata-rata belum berpenghasilan tetap.
“Sampai tuntutan kita tidak dipenuhi, kami tidak akan datang ke stadion. Kami minta manajemen ambil alih pengelolaan tiket. Tiket dikelola manajemen SFC saja, tidak memakai pihak ketiga,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Sriwijaya Mania Sumsel Eddy Ismail. Pihaknya, sepakat untuk tidak memberikan dukungan sampai tuntutan penambahan kuota tiket diskon untuk suporter ditambah.
“Kita boikot karena alasan itu, kita mau suara kami didengar,” ucapnya.
Selama ini, manajemen SFC selalu berkata mengerti yang diinginkan suporter dan menghargai peran mereka sebagai pemain ke-12.
Tapi, belakangan suporter terus ditekan pengelola tiket. Termasuk dengan pengurangan jatah kuota tiket diskon untuk suporter.
“Kita juga ingin pelatih Oswaldo Lessa dilepas,” ucapnya.
Menyikapi hal ini, Manajer SFC Nasrun Umar belum dapat berkomentar banyak. Dia melihat ada kesalahpahaman yang terjadi.
Pihaknya akan segera berkomunikasi dengan ketiga kelompok suporter dan juga pengelola tiket.
“Saya belum tahu, tapi mungkin ada kesalahpahaman, saya akan bicarakan ini,” katanya. (tra)











