Demi Menghilangkan Ketakutan Warga, Dodi Reza Alex Pasang Badan Divaksin Covid-19 Lebih Dulu

Minggu, 13 Desember 2020
Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Sekayu, Sumselupdate.com – Vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diperkirakan pada pekan ketiga Januari 2021 akan mulai didistribusikan ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Meski bagi sebagian orang ini jadi kabar baik, tapi tidak sedikit justru malah takut untuk divaksin. Bupati Muba Dodi Reza Alex siap pasang badan divaksin lebih dulu, untuk membuat warganya lebih berani dan menghilangkan rasa takut itu.

Read More

Tak hanya karena itu, Dodi juga mempertimbangkan jika dirinya selalu bersentuhan dengan warga, sehingga memang harus bebas dari Covid-19.

“Kalau nanti saya dinyatakan boleh divaksin, saya siap duluan menjadi objek untuk divaksin, demi kesehatan masyarakat Muba,” ungkap Kepala Daerah Inovatif 2020 ini.

Dikatakan, kesiapan dirinya untuk menjadi objek pertama yang divaksin karena aktivitasnya yang seringkali berinteraksi dengan masyarakat secara langsung.

“Saya ingin menjaga juga agar warga Muba yang berinteraksi dengan saya bisa terhindar dari penularan wabah Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut jangan dinilai karena dirinya kepala daerah lantas mendapatkan jatah vaksin duluan, dirinya ingin meneladani masyarakat agar berani dan siap untuk divaksin.

“Jadi jangan dianggap mentang-mentang Kepala Daerah harus dapat vaksin duluan, ini semata-mata demi menjaga kesehatan kita semua agar terhindar dari wabah Covid-19,” tegasnya.

Tahap awal diprioritaskan bagi tim medis, kemudian TNI dan Polri serta petugas tenaga sosial.

“Kemudian penerima bantuan iuran atau PBI juga jadi prioritas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengungkapkan Kabupaten Muba mendapatkan jatah sebanyak 836.499 vaksin dengan sasaran 380.227 warga.

“Nanti akan ada sebanyak 555 petugas vaksin atau vaksinator yang bertugas untuk memberikan vaksin ke masyarakat,” jelas Azmi.

Lanjut Azmi, saat ini persiapan Dinkes Muba tengah menyiapkan data sasaran pemerima vaksin, menyiapkan sarana tempat pemyimpanan, petugas pelaksana, dan jumlah pos layanan vaksinasi.

“Kemudian, nensosialisasikan pelaksanan vaksinasi dan protokol kesehatan di kelompok keluarga, dan menyiapkan tim dan PIC Fasyankes pelaksana vaksinasi,” bebernya.

Dijelaskan, sasaran vaksin nantinya diberikan ke penduduk usia 18-59 tahun dengan kondisi sehat dan tidak ada penyakit bawaan.

“Sebelum vaksinasi sasaran akan di lakukan anamnesa oleh dokter untuk menentukan dapat di vaksinasi atau ditunda,” terangnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts