Debat, Para Calon Gubernur DKI Jakarta Bedah Masalah Perempuan dan Narkoba

Jumat, 10 Februari 2017
Debat Pilkada DKI Jakarta 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Para pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur pada Pilkada DKI 2017 mengikuti putaran akhir debat kandidat yang dipandu Alfito Deannova dan disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta nasional, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (11/2) malam.

Pada debat kali ini, tema yang diangkat adalah soal kependudukan di DKI Jakarta. Masalah seputar perempuan dan narkoba pun mengemuka. Berikut secara garis besar pandangan dan program tiga calon terkait tema ini.

Read More

Pasangan nomor urut 1,  Agus Yudhoyono – Sylviana Murni menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan program penyediaan bantuan modal usaha untuk para pekerja di Jakarta.

“Peluang-peluang akan diciptakan, sekema bantuan modal usaha yang tepat sasaran untuk pengembangan UMKM akan kami sediakan,” kata Agus dalam salah satu sesi debat.

Pasangan Ahok – Djarot mengungkapkan bahwa secara prinsip dirinya telah menyiapkan sejumlah hal seperti pelatihan, penyediaan layanan kesehatan, penyetaraan gaji terhadap pekerja dan lain sebagainya.

“Kami telah menyiapkan sejumlah hal. Nanti ke depan, kita akan jadi tuan di atas provinsi atau negara sendiri,” jelas Ahok.

Pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan – Sandiaga Uno juga menegaskan bahwa salah satu upaya untuk menanggulangi masalah lapangan pekerjaan adalah dengan menyediakan lapangan kerja baru di Jakarta. Salah satunya lewat program OKOC (One Kecamatan One Center), dengan menyediakan 44 pusat pertumbuhan.

“Kami akan membangun 44 pusat pertumbuhan baru di Jakarta dan menyediakan lapangan kerja baru lewat program OKOC,” kata Sandiaga.

Dalam sesi lain pada debat tersebut ketiga pasangan ini juga menyoroti permasalah seputar perempuan, difabel dan narkoba.

Anies Baswedan misalnya, menyebut Jakarta merupakan kota terburuk kelima di dunia yang tak ramah perempuan. Karenanya, dia dan Sandiaga Uno berjanji akan membuat Jakarta ke depan ramah terhadap perempuan dan kaum difabel. Selain itu, pihaknya akan memberantas aktivitas narkoba.

Adapun Agus Yudhoyono – Sylviana Murni memaparkan langkah strategis membuat program rehabilitasi narkoba bisa berhasil di Jakarta, dengan strategi utamanya yakni pencegahan dari segi keluarga, lingkungan internal dan pendidikan agama. Program ini akan terintegrasi dalam program Rp1 miliar untuk pemberdayaan masyarakat yang digagas pasangan ini, dengan menyertakan peran perempuan melalui lembaga PKK.

Sementara pasangan Ahok – Djarot menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta selevel dengan Letnan Jenderal atau bintang tiga yang tetap tidak bisa menghukum orang yang melanggar narkoba.Oleh karena itu, yang akan mereka lakukan untuk mengatasi masalah narkoba di Ibukota ini adalah pencegahan. Di sini, kerja-kerja pendampingan dan kegiatan positif seperti olahraga akan dimaksimalkan agar generasi tidak terjerumus pada narkoba. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts