Dear Pemkab Muaraenim, SDN 13 Sungai Rotan Butuh Perhatian: Lantai Papan Keropos dan Plafon Bolong

Kamis, 23 Juni 2022
Kondisi plafon SDN 13 Sungai Rotan yang kini memprihatinkan

Laporan Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Sungai Rotan, yang ada di Kabupaten Muaraenim, Sumatra Selatan (Sumsel) kondisinya kini memprihatinkan.

Read More

Bangunan sekolah dasar yang terletak di Desa Muara Lematang berupa bangunan bertiang atau panggung. Alasan sekolah ini jenis panggung karena setiap tahunnya sering banjir. Kondisi lantai yang berupa papan pun tampak telah mulai lapuk serta atap plafonnya sudah banyak yang runtuh karena dimakan usia.

Tak hanya kondisi bangunan yang memprihatinkan, SDN 13 Sungai Rotan tersebut juga mengalami kekurangan fasilitas penunjang belajar seperti meja, kursi siswa dan lemari guru. Selain itu, pagar sekolah pun belum ada.

Kondisi lantai di salah satu ruang belajar SDN 13 Sungai Rotan

 

SDN 13 Sungai Rotan memiliki siswa sebanyak 179 orang, dengan enam ruang kelas, yang tiga di antaranya sudah lantai keramik namun plafonnya sudah banyak runtuh karena lapuk. Sementara tiga ruang kelas lagi lantainya masih papan yang juga sudah keropos dan hampir ambruk.

Kepala SDN 13 Sungai Rotan Sahariah kepada Sumselupdate.com, menceritakan jika saat ini kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan, seperti lantai ruang kelas maupun kantor dari papan dan sudah banyak yang keropos.

“Atap plafonnya juga sudah banyak yang bolong, runtuh karena sudah usang. Selain itu sekolah ini belum mempunyai pagar, sehingga hewan ternak warga seperti sapi dan kambing berkeliaran bahkan memakan tanaman yang ada,” ujar Sahariah, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/6/2022).

Ruang guru SDN 13 Sungai Rotan

 

Sahariah menuturkan, sekolah ini terakhir direnovasi pada tahun 2009 dan 2010.

Semenjak itu hingga saat ini belum ada pembangunan maupun perehaban.

“Pernah waktu itu ada dari Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim, sudah mengukur pagar dan mengambil foto ruang kelas untuk dibangun, namun tidak jadi. Alasan mereka ada pemangkasan anggaran karena covid 19,” urainya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Muaraenim maupun Provinsi Sumatera Selatan, dapat melakukan renovasi berat terhadap bangunan sekolah tersebut.

“Yang kami takutkan saat proses belajar lantai papan yang sudah tidak layak ini ambruk, kasihan para siswa, karena sekolah kita ini jenis panggung, akibat sering banjir,” tukasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts