Dari Penggeledahan KONI Sumsel, Penyidik Sita Dua Boks dan Enam Dus Dokumen

Kamis, 30 Maret 2023
Tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel melakukan penggeledahan di kantor KONI Sumsel terkait kasus dugaan korupsi pencairan deposito, hibah Pemda Sumsel serta pengadaan barang yang bersumber pada APBD tahun anggaran 2021, Kamis (30/3/2023).

Palembang, sumselupdate.com – Dalam penggeledahan di kantor KONI Sumsel, penyidik Pidsus Kejati Sumsel mengamankan dua boks kontainer dan enam dus berkas serta satu flashdisk yang berisikan dokumen guna mencari alat bukti penyidikan kasus dugaan korupsi KONI Sumsel tahun 2021.

Usai melakukan penggeledahan, Kasi Penyidikan Khaidirman SH MH, menyatakan, beberapa temuan pada kegiatan penggeledahan hari ini kemudian akan dibawa ke Kejati Sumsel untuk diteliti lebih lanjut oleh jaksa penyidik.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini berkas-berkas tersebut kita bawa, dan akan diteliti lebih lanjut oleh jaksa penyidik guna menemukan alat bukti dari dugaan korupsi perkara ini,” ungkapnya.

Menurutnya penggeledahan ini merupakan suatu rangkaian penyidikan yang dilakukan Pidsus Kejati Sumsel guna menemukan alat bukti dan petunjuk yang diperlukan dalam penyidikan.

Sementara itu Sekretaris Umum Suparman Roman, menambahkan dirinya sangat menghormati proses hukum yang di lakukan pihak Kejati Sumsel.

“Kita akan kooperatif untuk menyampaikan data- data yang diminta,” kata Suparman Roman saat di konfirmasi  melalui WA.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Anggaran KONI Sumsel Agung Rahmadi mengatakan, siap mendukung proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Kejati Sumsel, dan bersikap kooperatif selama berlangsungnya penyidikan dugaan korupsi KONI Sumsel.

“Kita juga sebagai pengurus KONI Sumsel dan sebagai warga negara taat hukum, merasa tidak ada yang harus ditutupi, maka kita tidak ada beban, silahkan saja pihak Kejaksaan untuk menggeledah,” kata Agung Rahmadi diwawancarai di ruang kerjanya usai penggeledahan.

Dikaitkan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah, unsur KKN serta pencairan deposito oleh pengurus KONI Sumsel, Agung menjawab selama dirinya menjadi pengurus telah sesuai dengan mekanisme dan tupoksinya.

“Karena dalam proses menerima pencairan dana hibah KONI Sumsel, itu sudah sesuai prosedur sebagaimana mekanisme yang sebagaimana seharusnya kita lakukan sebagai pengurus KONI,” tuturnya.

Hal itu dilakukan, terutama dalam proses mulai dari tahap pengajuan hingga pencairan dana hibah,  semuanya melalui mekanisme yang telah diatur oleh Undang-Undang m, dimulai dari pencairan bertahap harus melalui persetujuan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel.

“Jadi tidak ada itu kita melakukan berbagai kegiatan tanpa adanya persetujuan dari pemberi hibah dalam hal ini pihak Dispora,” tutupnya. (Ron)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.