Baturaja, Sumselupdate.com – Setelah beberapa hari ke Jakarta untuk menemui pejabat berwenang di Kementerian BUMN dan para pemegang saham PT Mitra Ogan (MO), kini ribuan karyawan perusahaan di Kabupaten OKU tersebut bisa bernapas lega.
Rasa khawatir bahwa perusahaan itu akan bangkrut ternyata bisa terelakkan karena perjuangan yang dilakukan unsur pimpinan dan karyawan PTMO di Kabupaten OKU sudah menemui titik terang.
“Alhamdulillah dari hasil pertemuan kita dengan para pemegang saham PTMO dan pihak Kementrian BUMN akhirnya diperoleh dua solusi untuk menyelematkan PTMO,” ungkap anggota DPRD OKU Mirza Gumay, Rabu (20/1).
Solusi pertama untuk jangka pendek ungkap dia, PTMO akan menerima dana talangan untuk operasional dan gaji karyawan dari pihak ketiga. Sedangkan solusi kedua untuk jangka panjang lanjut Mirza, kebun inti milik PTMO akan dikelola PT Laskar yang masih dalam grup Rajawali Nusantara Indonesia (BUMN).
“Artinya status karyawan PTMO sebagai pegawai BUMN tidak akan berubah, sebab PT Laskar juga merupakan perusahaan milik pemerintah,” katanya.
Mirza menambahkan, sebenarnya ada juga solusi lain yang akan dilakukan para pemegang saham PTMO untuk menyelamatkan nasib ribuan karyawannya tersebut. Yakni menjual saham kepada pihak swasta.
“Sudah ada yang berminat, namun karyawan PTMO menolaknya karena mereka tidak mau kalau statusnya bukan BUMN. Karena itu opsi ini tidak akan digunakan,” tegasnya.
Oleh sebab itu lanjut Mirza, pihaknya berharap karyawan PTMO bisa kembali bekerja seperti biasa dan tidak perlu mencemaskan nasibnya lagi.
“Untuk sementara cuma ini yang bisa saya jelaskan. Nanti untuk rinciannya silahkan langsung hubungi managemen PTMO di Kabupaten OKU,” katanya. (wid)











