PALI, Sumselupdate.com – Komandan Kodim (Dandim) 0404 Muaraenim, Lekol Inf Teadi Aulia optimis tahun ini mampu mengatasi dan mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutl) di wilayah Muaraenim dan PALI.
Apalagi, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana Karhutlah di Provinsi Sumsel.
“Belum lama ini, Gubernur Sumsel sudah mengadakan rapat bersama Pemkab, Pangdam dan Kapolda mengenai pencegahan dan penanganan karhutla. Malah sudah dibentuk Satgas karhutla. Makanya saya optimis tahun ini karhutla bisa diatasi dan diantisipasi,” ucap Teadi belum lama ini.
Selain dibentuk satgas, lanjut Teadi, juga dilakukan tahapan-tahapan pencegahan dan sosialisasi terkait bahaya karhiutla, mulai dari kecamatan hingga ke tingkat desa-desa.
“Kita juga sudah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Serta mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang terkait dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla,” terang pria yang juga menjabat Dan Sub Satgas Darat pencegahan karhutlah di Sumsel ini.
Memang, jelasnya, sesuai prediksi, tahun ini tingkat kemarau akan lebih lama dari 2016, namun lebih pendek dari 2015. Sehingga pihaknya telah melalukan persiapan dalam mengantisipasi bahaya karhutla tersebut.
“Saya yakin, satgas dibantu masyarakat dan pemerintah daerah bisa mengatasi karhutla. Apalagi kita sudah memasang imbauan agar tidak membakar lahan. Belum lagi sudah ada MoU dengan perusahaan-perusahaan perkebunan untuk mencegah karhutla,” tegasnya.
Untuk jumlah anggota satgas dalam satu wilayah, beber Teadi, ada sekitar 1.000 orang yang terdiri dari Pemda, TNI, Polri dan dari pihak perusahaam perkebunan serta MPA.
“Tapi itu belum dibantu masyarakat biasa atau pemerintah desa yang peduli bahaya karhutla itu. Jadi kalau terjadi karhutla jumlah anggota satgas itu bisa saja bertambah, karena dibantuk masyarakat,” tandasnya. (adj)











