Baturaja, sumselupdate.com – Harga getah karet yang menjadi sumber penghasilan kebanyakan masyarakat di Kabupaten OKU, saat ini mulai merangkak naik. Namun, musim kemarau yang menyebabkan daun pohon karet gugur, berdampak pada turunya produksi getah karet.
Dampak dari musim kemarau, mengakibatkan turunya produksi karet. Menurut Hili Ajmi, berkurangnya getah karet tersebut, dikarenakan cuaca panas. Akibatnya batang karet yang disadap menjadi keras dan tidak banyak mengeluarkan getah. Meski demikian masyarakat tetap menggantungkan hidupnya dengan bertani karet.
Di sisi lain harga komoditi pertanian karet yang merupakan sumber penghasilan kebanyakan masyarakat di pedesaan di OKU dalam sebulan terakhir mulai merangkak naik.
Sebelumnya, harga karet dua mingguan itu dihargai Rp 7.000 hingga 8.000 rupiah perkilogramnya.
Hilu mengakui bahwa harga karet saat ini sudah cukup lumayan.
Warga pun berharap harga getah karet ini akan lebih meningkat lagi. Serta diiringi dengan kondisi getah yang mengucur dengan stabil dari batangnya.
“Ya, harapan kami harga bisa terus naik, jangan hanya harga sembako saja yang naik harganya,” tukas mereka. (wid)











