Daeng Sabil Disebut Kendalikan Narkoba Dari Balik Lapas Merah Mata, Begini Reaksi Kalapas

Kabid Pembinaan Lapas Mata Merah Maulana.

Laporan : Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Narapidana Daeng Sabil disebut mengendalikan 171 kg shabu-shabu dan puluhan ribu pil ekstasi dan kapsul NPS (New Psychoactive Substances) dari Lapas Merah Mata, Palembang.

Tapi, hal ini dibantah Kepala Lapas Merah Mata, Palembang, Kadiyono, melalui Kabid Pembinaan Lapas Mata Merah Maulana.

Kendati begitu, bukan tanpa alasan mencuatnya nama Daeng Sabil sebagai pengendali narkoba dari Lapas. Itu karena namanya disebutkan langsung Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

“Pengendali dan pemilik narkoba tersebut Daeng Sabil, seorang napi yang berada di LP Merah Mata, Palembang,” ucapnya.

Shabu sebanyak 171 kg dan puluhan ribu pil ekstasi diseludupkan dari wilayah perairan Kampung Jekik, Desa Giliran Dusun 3 Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Bahkan, shabu itu tercium berasal dari Malaysia dan dibawa melalui transportasi laut dengan menggunakan kapal cepat.

Barang haram itu, selanjutnya dijemput dengan menggunakan kapal kayu. Arman mengatakan dari pengungkapan itu, BNN mengamankan tiga orang pelaku yakni atas nama Daeng Sabil, Shahrir, dan Pamasangi.

“Daeng statusnya di sini saksi dan sudah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu juga, saat sidak semalam, tidak ditemukan  apa-apa. Jangankan narkoba, handphone juga tidak kita temukan darinya,” ujar Kabid Pembinaan Lapas Mata Merah Maulana.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika Daeng adalah warga Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang dan sudah berada di Lapas Merah Mata sejak 26 Januari 2016 lalu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BNN dan BNNP Sumsel terkait keterlibatan DS dalam hal ini (jaringan pemasok narkoba),” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.