[Cek Fakta] Kerjasama Pemkab OI-Jepang Gagal dan Hamburkan Anggaran

Debat Paslon Pilkada Ogan Ilir

Palembang, Sumselupdate.com – Wacana kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dengan Jepang yang disebut-sebut gagal kembali mencuat pada debat kandidat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel) 2020, Rabu (25/11).

Pada segmen ketiga pelaksanaan debat, calon Bupati nomor urut 1, Panca Wijaya Akbar Mawardi Yahya mempertanyakan hasil dari kunjungan kerja Bupati Ogan Ilir yang saat itu dijabat oleh H M Ilyas Panji Alam beserta sejumlah pejabat dan anggota Legislatif ke Jepang pada tahun 2016 lalu.

Bacaan Lainnya

Panca juga menyebut, dirinya belum melihat hasil konkret dari kunjungan kerja tersebut sehingga hal ini menjadi pertanyaan yang disodorkannya kepada paslon nomor urut 1.

Cek Fakta: Benarkah Kunker Bupati OI ke Jepang Gagal dan Hamburkan Uang Negara?

Penelusuran tim Cek Fakta AMSI Sumsel, menemukan fakta jika kerjasama hibah Jepang – Pemkab Ogan Ilir batal dilakukan.

Dilansir dari palpres.com dan sumsel.tribunnews.com, rencana kerjasama di bidang alat kesehatan, pembangkit listrik tenaga surya, damkar dan PLTS ini batal dan terungkap dua tahun setelah kunjungan tersebut.

Gagalnya penjajakan kerjasama ini terkendala proses perizinan dari pemerintah pusat dalam hal ini pihak Imigrasi.

“Kendalanya diproses perizinan dari pemerintah pusat yang tergolong ribet. Saya luruskan, kalau saat itu pemerintah kita baru melakukan penjajakan,” kata Abdul Rahman Rosidi seperti dilansir dari sumsel.tribunnews.com.

Sementara terkait keberangkatan yang terkesan menghamburkan APBD, Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir saat itu, Azmi Hadi menyebut hal itu tak menyalahi aturan alias sah-sah saja selagi sesuai aturan.

“Tidak masalah, yang penting tujuannya jelas dan untuk kemajuan. Undang-undang tidak melarang kunjungan kerja ke luar negeri. Jangankan ke Jepang, ke negeri manapun harus kita kejar, selagi itu memiliki tujuan positif untuk kepentingan kemajuan masyarakat Kabupaten OI,” ujarnya.

Sementara itu, saat debat, Calon Bupati Ogan Ilir nomor urut 1, H M Ilyas Panji Alam mengungkapkan gagalnya penjajakan kerjasama dengan Jepang tersebut lantaran ketidak sesuaian antara kondisi Kabupaten Ogan Ilir dengan rencana hibah yang akan diberikan oleh jepang.

“Ketika itu kita akan diberikan bantuan gratis berupa mobil pemadam, kita melihat cocok atau tidak. (Diberikan) gratis tetap tapi harus diperbaiki sehingga (pemberian itu) layak pakai. Itu dihitung tidak menungkinkan untuk dipakai di ogan ilir sehingga dibatalkan. Kendaraannya juga lebih rendah dan tidak sesuai dengan jalanan di Ogan Ilir,” ujarnya.

Kesimpulannya, pernyataan Cabup nomor urut 1, Panca Wijaya Akbar tentang tidak ada hasil konkret terkait kunker Bupati OI ke Jepang pada 2016 lalu memang benar. (Cek Fakta)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.