Catatan Kurban 1446 H, Senyum Jutaan Jiwa dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Kamis, 26 Juni 2025

Palembang, Sumselupdate.com – Setiap tahun, gema takbir di Hari Raya Idul Adha selalu membawa pesan mendalam tentang pengorbanan dan berbagi. Namun, bagi sebagian besar dari kita, momen kurban seringkali terhenti sebatas penyembelihan dan distribusi daging.

Padahal, di balik proses itu, ada kisah panjang tentang amanah, dedikasi, dan dampak luar biasa yang menjangkau jutaan jiwa, bahkan menggerakkan roda ekonomi lokal. Inilah yang selama 31 tahun terakhir terus dijaga oleh Dompet Dhuafa.

Tahun 1446 Hijriah ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Dompet Dhuafa mencatatkan perolehan Kurban Nasional yang mengesankan: 36.709 ekor setara domba/kambing. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi pertumbuhan signifikan 33,70% dari tahun sebelumnya.

Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus mengalir, terbagi dalam program Tebar Hewan Kurban (THK) sebanyak 28.445 ekor dan inovasi Mitra Jejaring Kurban sebanyak 8.264 ekor.

Mitra Jejaring: Inovasi Pemberdayaan dari Hulu ke Hilir

Konsep Mitra Jejaring Kurban adalah salah satu terobosan menarik Dompet Dhuafa. Ini bukan sekadar membeli hewan kurban dari pasar bebas. Sebagaimana disampaikan Ahmad Juwaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, “Pelaksanaan kurban tahun ini juga melibatkan Mitra Jejaring Kurban Dompet Dhuafa dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama ke masyarakat yang membutuhkan.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa kurban di tangan Dompet Dhuafa adalah sebuah program ekonomi berkelanjutan. Ahmad Juwaini menambahkan, “Tebar Hewan Kurban merupakan hilirisasi pendayagunaan zakat Anda yang diturunkan dalam program ekonomi sehingga lahirlah para peternak binaan Dompet Dhuafa di banyak daerah. Dengan demikian, pelibatan para peternak lokal bisa mendapatkan penghasilan yang layak, pemberdayaan, serta peningkatan taraf hidup secara nyata.”

Ini adalah bukti bahwa kurban tidak hanya memberi manfaat kepada penerima daging, tetapi juga menyejahterakan para peternak di hulu.

Dari Pelosok Negeri hingga Mancanegara: Senyum 2 Juta Jiwa Lebih

Capaian distribusi Kurban Dompet Dhuafa tahun ini sungguh luar biasa. Sebaran penyaluran menyasar ke 26 Provinsi di Indonesia, menjangkau hingga 250 Kabupaten/Kota. Tak hanya di dalam negeri, keberkahan kurban juga menembus batas geografis hingga ke 3 Negara: Palestina, Somalia, dan Myanmar.

Dengan jangkauan seluas itu, jumlah penerima manfaat mencapai angka yang fantastis: 2.036.320 jiwa. Bayangkan, berapa banyak senyum dan kebahagiaan yang tercipta dari setiap tetesan darah hewan kurban itu.

Dwi Tanty Kurnianingtyas, Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa 1446 H/2025 M, dengan haru mengungkapkan, “Terima kasih para donatur, mitra korporasi, mitra kebaikan, para peternak dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan Kurban 1446 H. Selesainya tasyrik menandai usai sudah kampanye Kurban Se-ngaruh Itu yang telah kami salurkan ke seluruh pelosok negeri hingga mancanegara.”

Semangat “Kurban Se-ngaruh Itu” yang diusung Dompet Dhuafa menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki dampak multisektor. Tanty menambahkan, manfaat kurban dirasakan oleh semua pihak, mulai dari pekurban, peternak, pedagang, penyembelih, mitra kurban, hingga penerima daging.

“Pelaksanaan Tebar Hewan Kurban ini menjadi salah satu bentuk nyata Dompet Dhuafa memberikan dukungan dan kepedulian kepada mereka yang berada di wilayah pelosok, untuk menikmati kebahagiaan kurban. Karena kurban dapat meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat pelosok, menguatkan ekonomi peternak-peternak lokal hingga dampak besar lainnya.”

Kisah Nyata di Balik Angka: Setetes Daging, Sejuta Harapan

Angka-angka dan data memang penting, tapi kisah-kisah di lapanganlah yang menyentuh jiwa. Mama Ratna (60) dari Desa Kiwang Ebang, Pulau Solor Timur, Flores Timur, NTT, berbagi kisahnya yang mengharukan. Kesehariannya hanya mengandalkan ikan, keripik jagung, atau bahkan hanya nasi dan air putih. Daging adalah kemewahan yang langka.

“Untuk (kebutuhan) sehari-hari, kita menabung penghasilan beberapa hari, baru bisa beli beras. Sering juga kita tahan-tahan lapar atau berpuasa. Ya, senang ada daging kurban, setahun sekali toh,” ungkap Mama Ratna, menggambarkan betapa berharganya sepotong daging kurban baginya. (Rilis Dompet Dhuafa)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts