Calon Ketua Umum KONI, Gubernur Sumsel Belum Ada Lawan

Kamis, 11 Februari 2016
H Alex Noerdin

Palembang, Sumselupdate.com

Gubernur Sumsel Alex Noerdin hingga saat ini belum ada lawan. Ia yang menyatakan tertarik dan ingin mencalonkan diri menjadi calon ketum KONI Sumsel bakal mulus menuju KONI satu. Ketua pengarah Dhennie mengatakan, sesuai rencana Musorprov akan dilaksanakan akhir Februari nanti. “Kita sudah sosialisasikan kepada pengurus cabang olahraga (cabor) dan badan fungsional anggota KONI Sumsel,” katanya, Kamis (11/2)

Bacaan Lainnya

Menurut Wakil III KONI itu,  sejauh ini belum ada kandidat ketum pengganti H Muddai Madang yang sudah habis masa kepengurusan selama dua periode (2009-2012, 2012-2016).

“Kecuali Pak Gubernur (Alex Noerdin). Sejauh ini beberapa pengurus provinsi (pengprov) cabor memamg menginginkan gubernur. Kita sudah sosialisasi bahwa untuk calon ketua KONI ini kita mintakan pak gubernur,” tambah wakil ketua III KONI Sumsel ini.

Dasar pertama permintaan gubernur untuk memimpin KONI karena Asian Games XVIII/2018. Dimana Sumsel bertindak sebagai tuan rumah bersama Jakarta.  “Supaya bisa nyambung pelaksanaan Asian Games. Memang salah satu kriteria ketua KONI harus bersinergi dengan pemerintah,” tuturnya

Dalam menjalankan program kerja, jika nanti benar-benar dipimpin gubernur maka harus menujuk ketua harian sebagai leading sector. “Karena gubernur pasti sibuk sekali. Jadi nanti wakil-wakil ketua atau penanggung jawab dibagi ada yang fokus ke pembinaan atlet ada Asian Games. Karena Komite Olahraga Indonesia (KOI) tidak ada di daerah hanya ada di pusat, untuk itulah KONI yang ambil bagian dalam Asian Games,” ucapnya

Memang pejabat publik atau gubernur dilarang memimpin KONI sesuai dengan undang-undang keolahragaan nomor 03 tahun 2005. Pasal 40 UU SKN yang berbunyi.

“Pengurus komite olah raga nasional, komite olah raga propinsi, komite olah raga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat  dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik”.

“Namun tidak ada sanksinya karena saat itu saya ikut dalam pembahasan, kebetulan waktu itu saya sekretaris umum KONI Sumsel. Pembahasan undang-undang 2007, dua tahun setelah itu undang-undang baru berlaku dan berdasarkan AD/ART hasil Musorprov final dan mengikat jika kuorum,” pungkasnya. (dek)


Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.