Bupati Ingatkan Cakades Harus Jaga Suasana Tetap Kondusif

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (berpeci) saat deklarasi damai.
Muarabeliti, Sumselupdate.com  Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan menginstruksikan kepada seluruh Calon Kepala Desa (Cakades) untuk bersama-sama menciptakan pemilihan aman dan kondusif. Dan bersaing secara sportif.
“Sebanyak 58 dari 184 Cakades merupakan orang yang dicari. Artinya ada 126 orang yang tidak terpilih. Melalui sistem e-voting, jika sudah menjadi garisan tangan, siapa pun akan terpilih. Yang terpilih nanti merupakan pilihan masyarakat,” tegasnya, Senin (19/9/2016) saat deklarasi damai Cakades di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
‎Sementara itu, Wakapolres Mura, Kompol Indra J, mengharapkan kepada seluruh Cakades konsisten sesuai dengan yang sudah dideklarasikan bersama. Tentunya sebagai pihak keamanan menghimbau kepada cakades mesti harus siap menang dan siap kalah.
“Kami mengajak semua stake holkder terkait untuk sama-sama menjaga kondisi kondusif. Yang paling penting bagi cakades harus siap menang dan siap kalah,” tegasnya.
Di tempat yang sama, ‎Direktur Pusat Teknologi Komunikasi BPPT, Andrari menjelaskan sebuah perubahan positif terhadap proses demokrasi, khususnya Pilkades dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yakni sistem e-voting.
Dia mengatakan, sebagai penilai dari balai pusat tentunya Mura sangatlah luar biasa. Karena menjadi satu-satunya daerah di Indonesia dan kedua di Sumsel melaksanakan Pilkades memakai sistem e-voting.
“Jika mendengar isu secara nasional, ke depan sedang digalakkan pilkada dengan sistem teknologi. Tidak ada kata lain, Mura menggelar Pilkades sistem e-voting sangatlah membanggakan,” jelasnya.
‎Ia melanjutkan, bahwa dalam pelaksaan pilkades e-voting di 58 desa dalam kabupaten Mura sudah tidak diragukan lagi. Sebab dinilai telah memiliki pengalaman. Pilkades Mura sangatlah berkembang dengan sebuah proses perubahan layaknya menjadi contoh daerah lain.
“Selain dengan ketat dikawal aturan perundang-undangan berlaku. Dalam Pilkades e-voting Mura ini, kami mengalami porses perbaikan positif. Semua bagi para pemilih masyarakat itu kini wajib memilih dengan syarat menggunakan E-KTP. Sehingga secara adminisitrasi Pilkades bisa berjalan jujur, adil dan transparan sekaligus mampu menghidari terjadinya money politik. Artinya, semua terpilih sesuai keinginan masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dalam proses perhitungan suara e-voting sendiri. Pihaknya juga melihat semua teknis kesiapan telah mampu diperlihatkan maupun menjadi bahan acuan.
“Yang jelas, e-voting sangatlah akurat, cepat. Artinya, semua mesti dipersiapkan paling tidak ada tiga hal kesiapan yakni perangkat, orang maupun prosedur,” tegasnya.
Masih dikatakannya, dalam proses pelaksanaan pencoblosan itu sendiri, e-voting terjamin kerahasiaan hasil pemungutan suara. Di mana, dimulai dengan proses pemilihan kadidat menggunakan sistem komputerisasi, dengan menyentuh gambar kadidat cakades dipilih. Kemudian secara langsung dapat langsung dikeluarkan hasilnya dengan print out namanya di mesin elektronik.
“Intinya, semua mulai dari awal sebelum pemilihan. Semua tertib, sama seperti pemilihan umum. Mulai dari penyerahan alat, uji coba alat, maupun pembukaan hasil suara ketika terjadinya ganguan.semua mesti harus melibatkan saksi sebagai bentuk sangat rahasianya pilkades. Artinya sekali lagi tidak bakal ada mampu bermain,”pungkasnya. (Ain)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.