Buntut Lakalantas Maut, Masyarakat Tanjung Raman Kembali Stop Angkutan Batubara

Sabtu, 29 Juli 2017
Aksi penyetopan angkutan batubara di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas, Muaraenim, Jumat (28/7/2017).

Muaraenim, Sumselupdate.com – Peristiwa lakalantas maut antara mobil dump truk angkutan batubara kosong dengan sepada motor Jupiter Z yang di kendarai oleh M Reza Alkhafi (20), warga Kelurahan Pasar III, Talang Jawa Muaraenim yang mengakibatkan pengendara tewas di tempat kejadian di Desa lembak pada 19 Juli lalu, masih berbutut panjang.

Untuk meminta pertanggung jawaban, Jumat (28/7/2017) sore, pihak keluarga melakukan aksi penyetopan terhadap angkutan batubara di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas, Muaraenim.

Read More

Faisal, yang merupakan orang tua korban saat diwawancarai di lokasi aksi mengatakan, dirinya meminta agar pihak angkutan batubara dapat bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anaknya tersebut hingga meninggal dunia.

“Sejak kejadian hingga saat ini kami belum ada kesepakatan dengan pihak anggkutan. Sepertinya mereka tidak ada niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Faizal.

 

Aksi penyetopan angkutan batubara di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas, Muaraenim, Jumat (28/7/2017).

 

Diakui Faizal, sebelumnya pernah ada utusan dari pihak asosiasi angkutan batubara untuk menyelesaikan, namun belum dirinya terima, karena masih dalam keadaan berkabung.

Selain itu, tambah Faizal, asosiasi angkutan batubara juga hanya ingin memberikan santunan sebesar Rp5 juta ditambah dari pemilik kendaraan sebesar Rp25 juta.

“Apa hanya segitu harga nyawa anak saya. Anak kami tidak ada harga kalau di nilai dengan uang. Tapi kami hanya minta niat baik mereka –angkutan batubara– untuk penyelesaian dan tanggung jawab atas musibah anak kami tersebut,” ujar Faisal lirih.

Ditegaskan Faizal, pihaknya tidak akan berhenti melakukan aksi penyetopan tersebut sebelum ada kesepakatan antara dengan pihak angkutan batubara. “Jika belum ada kesepakatan, kita tidak akan berhenti melakukan aksi penyetopan,” tegasnya.

Sementara itu, Amirhan, warga Tanjung Raman yang juga merupakan keluarga korban mengatakan, dirinya dan masyarakat lain turut membantu melakukan aksi penyetopan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Tanjung Raman.

Amirhan juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap sopir angkutan batubara yang hingga saat ini masih melarikan diri.

“Aksi ini kami lakukan dengan damai dan tidak akan anarkis. Kami hanya menghadang angkutan batubara saja baik yang kosong maupun berisi. Kalau kedaraan lain kami tidak akan kami stop,” jelas Amirhan.

Untuk menghindari tumpukkan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan, tampak personel Satlantas Polres Muaraenim melakukan pengaturan lalu lintas. Selain itu ada juga personel Polsek Gunung Megang dan Polres Muaraenim yang melakukan pengawasan untuk antisipasi jika terjadi keributan. (azw)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts