Buku Cerita Ternyata Dapat Melejitkan Empati Anak

Sabtu, 13 Februari 2016
Budayakan Membaca Kepada Anak

Palembang, sumselupdate.com – Terpikirkankah oleh para orang tua, sudahkah Anda membelikan anak buku cerita atau novel, seperti Anda membelikan mereka buku pelajaran? Berapakah jumlah buku cerita yang telah anak Anda baca tahun ini?

Pertanyaan di atas tentu layak dijadikan perhatian orang tua. Ini mengingat telah banyak penelitian menunjukkan bahwa membaca buku cerita, novel, bahkan kisah hidup seseorang ternyata dapat menumbuhkan empati dalam diri anak ataupun orang dewasa yang membacanya.

Read More

Seperti dikutip temantakita.com, John Medina menyebutkan bahwa otak manusia lebih mudah merespon informasi yang menyentuh emosi, bukan informasi yang netral. Faktanya, seringkali literatur, buku cerita, bahkan video game lebih mampu menyodorkan informasi yang emosional, yang memikat. Oleh karena itu, anak pun lebih tahan lama bermain video game ketimbang membaca buku paket untuk ujian keesokan harinya.

Dengan mengolah informasi yang menyentuh emosi, anak dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang budak, menjadi pengangguran, menjadi orang kaya, bahkan menjadi presiden. Ini tentunya suatu hal yang belum tentu anak dapat rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Saat membaca buku fiksi “The Winner Stands Alone” karya Paulo Coelho misalnya, maka kita menjadi tahu bahwa dunia selebritis itu ternyata tak serta-merta indah.

Para orang tua mesti menyadari bahwa saat anak belajar berempati, maka saat itu pula anak sedang menggunakan salah satu dari delapan kecerdasan majemuknya, berupa kecerdasan relasi. Menurut Bukik Setiawan dalam bukunya, “Anak Bukan Kertas Kosong”, kecerdasan relasi itu adalah suatu kemampuan dalam mengolah informasi mengenai orang lain. Saat anak memahami keadaan orang lain, maka anak akan mampu mengomunikasikan pesan secara efektif kepada orang lain. Mulai dari merespon kesedihan saudaranya, sampai mengambil sikap saat salah satu teman di kelasnya dijauhi karena berbeda dari kawan-kawan sekelasnya.

Demikian, begitu pentingnya buku cerita bagi penumbuhan empati anak. Jadi, masihkah Anda menganggap “sepele” buku cerita? (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts