BPPD Palembang Pastikan Tidak Kena Pajak, Ratusan Pedagang Pecel Lele Bernapas Lega

Suasana sosialisasi wajib pungut yang diikuti Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Kota Palembang di kantor BPPD Palembang, Rabu (11/9/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Paguyuban Pedagang Pecel Lele Lamongan Kota Palembang sedikit bernapas lega, menyusul kebijakan Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Palembang tidak memberlakukan wajib pungut.

“Alhamdulilah akhirnya jelas semua persoalan pajak ini, di mana 90 persen para pedagang pecel lele tenda tidak kena pajak,” kata Kepala Paguyuban Pecel Lele Lamongan Bersatu H Sisam Hadi bersama ratusan pedagang saat mengikuti sosialisasi wajib pungut di kantor BPPD Palembang, Rabu (11/9/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, selama ini pedagang-pedagang pecel lele tenda terprovokasi bahwa ada pungutan pajak sepuluh0 persen bagi para pengusaha. “Awalnya takut lah adanya isu pungutan pajak ini,” ujar dia.

Meski para pedagang pecel lele ini mendapatkan keringanan tidak dipungut pajak, menurut Sisam, para pedagang masih tetap akan memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Palembang terkait pendapatan asli daerah.

“Ratusan pedagang akan melakukan urunan (pengumpulan duit –red) yang akan diseraakan ke BPPD Palembang setiap bulan,” terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang Sulaiman Amin menerangkan jika pihaknya mengajak Paguyuban Pedagang Pecel Lele duduk bersama memberikan pemahaman mana usaha yang kena pajak mana yang tidak.

“Kita memberikan informasi yang jelas pelaku usaha yang kena pungut pajak, BPPD memastikan UMKM tidak terkena pajak,” jelas dia.

Para pedagang kata Sulaiman, merasa puas setelah dilakukan sosialisasi secara langsung apa itu pajak daerah, pajak restoran, dan lainnya.

“Jadi selama ini mereka terprovokasi oleh pihak yang tidak bekompeten, BPPD tidak menyasar pedagang yang tidak termasuk dalam Perda No 2 2018,” ulasnya.

Ia menambhkan, kepada para pedagang atau UMKM jika ada oknum yang mengatasnamakan BPPD untuk menagih pajak agar tidak memberikan uang. (syd)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.