Palembang, sumselupdate.com – Pengguna layanan BPJS di Palembang mulai mengkhawatirkan permasalahan keuangan yang dialami BPJS akan berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit (RS).
Ha itu terkait dengan kondisi defisit yang saat ini dialami oleh pihak BPJS Kesehatan yang memberikan layanan jaminan kesehatan milik Pemerintah itu.
Dulsani, salah seorang warga yang juga peserta BPJS, Rabu (26/9/2018) mengaku, terkait dengan kondisi defisit yang dialami BPJS, pelayanan BPJS dikhawatirkan akan mengalami penurunan seiring masalah keuangan yang menimpa badan kesehatan milik pemerintah tersebut beberapa waktu terakhir.
Ia menuturkan, dari pengalamannya selama menggunakan BPJS, pensiunan ASN di Diknas Kota Palembang ini kerap mengalami pelayanan yang tidak memuaskan. Salah satunya saat pengambilan obat untuk penyakit jantung yang dideritanya.
“Sebelumnya kalau untuk ambil obat dari resep dokter diberikan untuk tiga puluh hari, tapi sekarang dicicil hanya untuk delapan hari. Alasannya stok obat dari pusat habis, tapi kalau pasien lain di luar BPJS lancar. Ini jadi pertanyaan,” ujar Dulsani, saat konsultasi kesehatan di RSI Siti Khadijah, Palembang.
Dengan kondisi keuangan BPJS yang mengalami defisit, Dulsani khawatir akan kualitas pelayanan RS akan semakin menurun. Meski demikian, dirinya tetap berharap kualitas pelayanan RS tetap prima karena masyarakat telah melaksanakan kewajiban dengan membayar iuran setiap bulannya.
“Seharusnya tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS dengan pasien umum. Kami berharap Pemerintah melihat kondisi di lapangan,” pungkasnya. (adi)











