BPBD Sumsel Catat Sekitar 20 Hektar Lahan di Sumsel Alami Karhutla 

Writer: - Minggu, 27 Juli 2025
Ilustrasi kepulan asap akibat Karhutla. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Total sekitar 20 hektar lahan di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kebakaran. Namun sebagian besar api telah berhasil dipadamkan, tapi beberapa lokasi masih mengeluarkan asap.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, karhutla terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Ogan Ilir menjadi wilayah dengan kejadian paling luas.

Read More

“Berdasarkan laporan harian, kejadian karhutla kemarin terjadi di Ogan Ilir, Prabumulih, dan Muba. Paling banyak terjadi di Ogan Ilir,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Minggu (27/7/2025).

Di Ogan Ilir, kebakaran terbesar terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Tanjung Batu, dengan 12 hektar lahan terbakar yang berhasil dipadamkan.

Namun pada malam harinya, api kembali muncul dan membakar tambahan 7 hektar lahan.

Vegetasi yang terbakar di lokasi ini meliputi purun, semak belukar, dan gegas, serta berada di kawasan yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Di lokasi lain di Ogan Ilir, kebakaran juga melanda, Desa Payakabung, Indralaya Utara 1 hektar berhasil dipadamkan, Desa Ulak Bedil, Inderalaya 1 hektar juga berhasil dipadamkan dan Desa Kelampaian, Rantau Alai 2 hektare lahan semi gambut terbakar

Meski api telah padam di sejumlah titik, beberapa lokasi masih menyisakan asap dan memerlukan pemantauan intensif.

Sementara di Kota Prabumulih, karhutla terjadi di Kelurahan Patih Galung, dengan luas lahan terbakar sekitar 500 meter persegi. Api berhasil dipadamkan tanpa meluas ke area lain.

Di Musi Banyuasin, titik api terpantau di tiga kecamatan Sekayu, Sungai Keruh, dan Lais.

Meski tersebar di empat titik, total luas lahan yang terbakar tidak sampai 1 hektar dan telah berhasil dikendalikan.

BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di musim kemarau yang rawan karhutla.

Upaya pemantauan dan penanganan terus dilakukan secara terpadu dengan dukungan personel di lapangan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts