BKKBN-BPJS Godok Layanan Untuk KB

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty Didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) RI hingga kini masih menggodok aturan mengenai sistem terpadu bagi peserta BPJS dengan pihak BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan gratis bagi program KB mendatang.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, Kamis (04/8) mengatakan saat ini masih belum klop antara BPJS Kesehatan, paling tidak target Januari 2019 seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi anggota BPJS Kesehatan dengan membayar iuran. Namun kalau tidak mampu bayar iuran, nanti akan dibayarkan pemerintah melalui APBN.

“Kita sedang atur dengan BPJS, targetnya itu Januari 2019 bahwa seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi anggota BPJS dengan membayar iuran. Kalau tidak mampu bayar iuran, dibayarkan pemerintah melalui APBN,” ungkapnya.

Lebih lanjut Surya Chandra Surapaty memastikan saat ini kalau untuk warga tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan KB gratis.

“Untuk orang yang tidak mampu, tidak bayar. Tapi ada KB Mandiri kan (bayar). Tapi kalau itu pelayanan Puskesmas tidak bayar, ditanggung pemerintah. Harusnya gratis.” Urainya

“Ke depan dengan BPJS Kesehatan, biaya untuk dokter, bidan itu ditanggung BPJS, kalau peserta BPJS. Tapi kalau orang miskin sudah pasti peserta BPJS seharusnya nggak bayar. KB Mandiri baru bayar, untuk yang mampu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga mengingatkan agar menjaga jarak kehamilan terhadap ibu-ibu untuk mengurangi tingkat risiko kematian, tersmasuk ibu-ibu yang berusia di atas 35 tahun.

“Kalau orang tidak ber-KB, pasti setiap tahun dia hamil dan melahirkan. Itu kan bahaya untuk kesehatan ibu. Jadi dianjurkan sekali supaya jarak kehamilan itu diatur, minimal 3 tahun,” pungkasnya.(adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.