Berawal Dari Lakalantas, Dua Keluarga Saling Bunuh.. Tapi Setelah Tertangkap Malah Seperti Ini..

Senin, 6 November 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Petugas Unit Reskrim Polsek IT I Palembang meringkus pelaku pengeroyokan antar keluarga yang menyebabkan satu korban tewas pada 28 Oktober lalu. Tersangka Ruswandi alias Wandi (30) mengaku, sebelum kejadian ia sedang berada di salon untuk gunting rambut.

Kemudian ia mendapat telpon dari keponakannya Alfian (18) yang sedang dicari kakaknya yakni M Yofi (42) yang juga ayah Alfian, dan berkata kalau keponakannya sudah di pukul orang dikawasan Pakjo.

Read More

“Kami betigo kumpul di belakang Griya Agung untuk ketemu korban dan tiga saudara korban. Awalnya mereka hendak menyelesaikan masalah secara baik-baik. Namun, saat bertemu, korban dan ketiga saudaranya langsung berkata ‘Ku kapak kau, ku kapak’,” katanya saat gelar perkara, Senin (6/11/2017).

Setelah itu, ternyata korban langsung mengayunkan parangnya dan mengenai Yofi. Tak bisa menahan amarah, Yofi yang saat itu sudah membawa pisau di balik pinggangnya, langsung mengeluarkannya dan menghujamkan pisau tersebut ke korban Medi warga Jalan Mawar, Lorong Kenanga, Kelurahan 20 Ilir D IV, Kecamatan IT I sebanyak lima tusukan.

Hhingga membuat Medi meninggal dunia di perjalanan ke rumah sakit. “Waktu itu kami bertiga lawan empat orang pak.Mereka datang langsung mengeroyok dan kami hanya membela diri,”katanya.

Lanjut Wandi, Yofi menyelesaikan korban Medi, sedangkan Wandi mengurusi dua korban lainnya yakni Erwin Juliansyah (35) dan Dedi Efriansyah (37) yang melakukan pengeroyokan terhadap Wandi.

“Erwin itu bawa pisau nak nujah aku, langsung aku tangkis, kubuang pisaunyo dan langsung aku pukul sampei jatuh, sedangkan Dedi nak ikut nyerang dak jadi kareno liat Erwin  terkapar,” ungkapnya.

Sedangkan korban Aan Mardiansyah (33) melakukan penganiayaan terhadap keponakannya Alfian dan mengenai luka kapak di paha dan punggungnya.

“Pas jingok Medi la terkapar, datang bapaknyo bawa kayu nak mukul kami. Tapi kayu itu aku ambek , aku buang kareno kami dak galak ngelukoi Uwong tuo, kami inget bapak kami,” katanya sambil menangis.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim IT I Ipda Jhony Palapa mengatakan kejadian pengeroyokan ini dilatarbelakangi kesalah pahaman antar kedua belah pihak.

Yang mana, sebelum kejadian, Alfian, anak dari M Yopi yang saat itu baru saja menjemput adiknya pulang sekolah, mengalami kecelakaan lalulintas . Kemudian, saat itu anak tersangka ini saat pulang kepalanya di pukul korban dan ditantang oleh korban.

“Jadi Alfian menelpon ayahnya dan pamanya kemudian bertemu di Jalan Mawar, Lorong Kenanga Kelurahan 20 Ilir D IV, Kecamatan IT I,” ungkap Edi.

Setelah bertemu, ternyata dua keluarga ini saling serang dan mengakibatkan satu korban meninggal yakni Medi. ” Untuk korban Wandi ia menyerahkan diri, sedangkan Yopi ditangkap saat berobat di rumah sakit karena tangannya terluka kena sambutan parang korban Medi, akibat ulahnya dikenakan pasal 170 KUHP,” pungkasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts