Berada di OKU Selatan, Bayi yang Dijual Ibu Kandung Telah Diamankan Polisi

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah meringkus ibu kandung dan penyalur bayi yang berusia 40 hari dan dijual seharga Rp5 juta, unit Ranmor Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Joni Palapa mengetahui keberadaan bayi dan penadahnya.

Read More

Terendus bayi tersebut berada di Dusun Talang Tebaris Ranau, Kabupaten OKU Selatan, Rabu (27/10/2021) yang diasuh oleh pasangan suami istri (pasutri).

“Alhamdulialh dibantu petugas Polsek Banding, kita sudah mendapatkan bayinya yang didapat dasi pasutri benama Mardiana dan Maliki di Dusun Talang Sebaris, OKU Selatan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi melalui Kasubnit Ranmor Iptu Joni Palapa.

Dari video dan foto yang diterima Sumselupdate.com bayi perempuan tersebut dalam keadaan sehat dan baik. Bahkan dengan mendapatkan perawatan baik oleh unit Ranmor Polrestabes Palembang yang mempunyai selogan Ranmor Begoyor Bae.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Palembang, Selasa (26/10/2021), berhasil mengamankan Anita (25), ibu kandung dari Stefani (bayi satu bulan) di Polretabes Palembang. Anita diringkus lantaran menjual anak perempuannya senilai Rp5 juta.

Pelaku Anita berdalih, bayinya yang masih berusia 40 hari dijual karena tak mampu membayar biaya persalinan.

Tak hanya Anita, anggota Satreskrim Polrestabes Palembang juga menangkap tiga pelaku lainnya, yakni Nazori (37), Rohima (47), dan Putri Anggraini (27). Ketiganya diamankan di daerah Kecamatan Ilir Barat 1 dan Sukarame.

“Betul sekali, Unit Ranmor dan PPA Polrestabes Palembang, kemarin menangkap empat orang tersangka. Anita yang tega menjual bayi kandungnya sendiri seharga Rp5 juta,” kata Kasat Resrim Polrestabes Palembang, Rabu (27/10/2021).

Kejadian ini berawal dari Anita melahirkan seorang bayi perempuan di bidan Al Jariah, Kecamatan Sako, Palembang.

“Alasannya menjual bayinya karena tidak punya uang, dan curhat kepada tetangganya atau kedua pelaku yang merupakan tetangga Anita,” katanya.

Mendengar curhatan tersebut, Ujuk Sali (DPO), mengirimkan pesan chat ke Anita, bahwa ada yang mau memelihara anaknya.

“Nita kau ke sinilah (rumah Rohima, yang juga orangtua dari Putri), anak kau nak diurus wong,” pesan dari chat tersebut kata Kompol Tri Wahyudi.

Kemudian di rumah Rohima, datanglah Nazori yang mengatakan bahwa, keluarganya akan mengurus anaknya dengan memberikan uang senilai Rp5 juta.

Dari uang Rp5 juta itu, Rohima mendapat fee Rp700.000 dan Rp300.000 didapat Ujuk Sali. Sedangkan uang sebesar Rp4 juta diterima Anita.

Atas tindakkan tersebut ketiga pelaku dijerat Pasal 76 junto pasal 88 dengan ancaman di atas 7 tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.