Sydney, Sumselupdate.com – Klub elit Liga Australia, Western Sydney Wanderers menghukum 14 pendukung mereka selama 18 bulan untuk larangan mendukung klub ini secara langsung. Penyebabnya, mereka menampilkan spanduk cabul pada laga derby Sydney di A-League, akhir pekan lalu.
Pada laga sesama klub Sydney ini, Western Sydney Wanderers menjamu Sydney FC di ANZ Stadium dan dimenangkan tuan rumah.
Sayang, kemenangan dengan skor 1-0 ini dinodai ulah 14 orang dari kelompok fans terkenal Western Sydney Wanderers, Red & Black Bloc (RBB).
Pada laga ini, para fans itu membentangkan spanduk cabul berupa ilustrasi seks oral. Efek dari ulah para fans WSW ini, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) murka.
Mereka menilai ulah suporter WSW itu sangat fatal dan tak layak. Mereka membuat dua spanduk yang satu berupa gambar kepala orang dengan mulut terbuka.
Orang itu disinyalir adalah Graham Arnold. Lalu, mulut dari gambar kepala itu dimasuki spanduk lain layaknya perbuatan cabul.
The Wanderers lalu mengambil tindakan setelah meninjau rekaman CCTV dari sebelum dan selama kemenangan 1-0 pada derby itu.
Mereka lalu melakukan identifikasi fans yang ambil bagian dalam menyembunyikan, perakitan, dan menampilkan banner.
”Setelah mengkaji secara menyeluruh insiden pada Sabtu malam, kami telah bertindak untuk menghapus mereka (para fans) dari klub kami,” kata CEO WSW, John Tsatsimas dalam sebuah pernyataan.
Insiden ini melibatkan para pemimpin dan tokoh kunci dari RBB. Lalu, RBB meminta maaf atas ulah tak senonoh itu, walau hukuman dari WSW tetap berlaku bagi 14 orang itu. (adm3)











