Bela Ibu Kandung, Okta Divonis 3 Tahun Bunuh Bapaknya Sendiri

Palembang, Sumselupdate.com – Sedih melihat ibu kandungnya dianiaya oleh bapaknya, terdakwa Okta Prianus (24)

nekat menghabisi nyawa bapak kandungnya dan dihukum majelis hakim PN Palembang dengan pidana selama 3 tahun penjara.

Read More

Dikonfirmasi kuasa hukum terdakwa
Djurnelis, SH, membenarkan klienya di vonis tiga tahun penjara.

Ia mengatakan, dalam putusannya,
majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Sebagaimana dakwaan penuntut umum diatur dan diancam Primer Pasal 44 ayat (3) UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,” sebut Djurnelis.

Menurutnya, hukuman pidana yang dijatuhkan oleh kliennya itu telah sesuai dengan perbuatannya, dikarenakan sebelumnya pihak keluarga korban dengan terdakwa telah ada perdamaian.

“Dan ini mulanya juga karena ada permasalahan keluarga saja, terdakwa di persidangan menerima putusan itu,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, hukuman yang dijatuhkan tersebut lebih rendah dari tuntutan pidana penuntut umum Tri Agustina Amalia, SH, yang menuntut agar terdakwa dipidana selama empat tahun penjara.

Dalam dakwaan yang dibacakan, diketahui bahwa perbuatan nekat terdakwa tersebut terjadi sekira bulan Agustus 2020 silam, dimana saat itu korban Indra serta saksi Mardaleni, yang merupakan orang tua kandung terdakwa sedang bertengkar.

Terdakwa sempat beberapa kali menegur kedua orangtuanya tersebut, namun pertengkaran itu malah semakin menjadi, bahkan ibunya dipukul hingga terjatuh oleh ayahnya yang saat itu juga memegang sebuah parang hendak membunuh ibunya.

“Merasa kesal, terdakwapun pergi ke dapur dan mengambil palu besi, kemudian dipukulkan ke kepala ayahnya sebanyak tiga kali,” ungkap JPU Tri Agustina saat bacakan dakwaan.

Tidak hanya itu, lanjut JPU, terdakwa juga mengambil sebilah parang dari tangan korban untuk kemudian dipukulkan kembali ke kepala korban, hingga mengakibatkan korban tersungkur bersimbah darah karena menderita luka robek di bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis dan operasi namun korban menolak, dan akhirnya korban dinyatakan meninggal setelah sempat menjalani perawatan medis. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.