Baturaja, Sumselupate.com – Rison, warga Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang menangkap beruang madu bersama empat orang temannya mengaku kewalahan menangkap hewan berbadan besar itu. Menurutnya, mereka harus berjibaku selama 3 jam di dalam hutan. Saling kejar dengan beruang.
“Kami saling kejar. Saat beruang berlari kami mengejar beruang. Saat beruang berhenti dan menyerang kami, kami lari. Kondisi itu terjadi sekitar 3 jam lebih,” katanya.
Beruntung, setelah 3 jam lebih kejar-kejaran dengan beruang, akhirnya beruang terjatuh kehabisan tenaga. Di situlah kesempatan kami menangkap dan mengikatnya menggunakan tali.
“Waktu itu tenaga beruang masih ada. Kukunya panjang tajam dan giginya bertaring. Alhamduillah, tidak ada yang terluka terhadap kami. Cukup sulit menangkap beruang ini. Selain selama 3 jam saling kejar di dalam hutan, kami juga membutuhkan waktu satu jam untuk mengikatnya,” cerita dia.
Awal mula menemukan beruang itu kata Rison, ia dan ke empat rekan lainnya hendak memancing. Tiba-tiba di perjalanan mereka bertemu beruang tersebut yang melintas.
“Kemudian kami kejar. Sepertinya hewan itu kelaparan dan haus. Lama-lama beruang tersebut lemas dan ambruk. Sempat melawan namun kami berhasil menangkapnya. Nyawa kami pertaruhkan untuk menangkap ini,” kata Rison yang mengaku membawa binatang buas itu ke desa mereka.
Rison mengaku baru kali ini semur hidupnya bertemu beruang madu, dan berhasil menangkapnya. Ia dan rekannya sempat mengalami kelelahan setelah berhasil menangkap beruang itu, “Badan saya sakit semua, ini baru saja diurut,” ucapnya. (yan)











