Begal Sadis yang Resahkan Warga Palembang Dibekuk, Ini Wilayah Aksinya

Sabtu, 20 Juni 2020
Kedua tersangka Hari Fitriansyah dan Yoyok diinterograsi Kanit Reskrim Polsek IT II Palembang Ipda Lady.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Anggota Satuan Reskrim Polsek Ilir Timur (IT) II Palembang berhasil meringkus dua kawanan begal sadis yang biasa beraksi di lima lokasi.

Read More

Kedua tersangka adalah Hari Fitriansyah alias Ujuk Ari (35) dan Yoyok (45), warga Jalan Slamet Riady, Lorong Manggar I, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Ipda Ledi mengatakan, kedua pelaku berhasil disergap di lorong dekat rumahnya pada saat asyik nongkrong, Kamis (18/6/2020) pukul 16.30 WIB.

“Pelakunya ada tiga orang, di mana satu pelaku berhasil kita tangkap atas nama hari Fitriasyah. Untuk rekannya Iwan masih (DPO) karena pada saat penangkapan pelaku berhasil kabur. Sementara Yoyok kita tangkap karena menadah barang hasil kejahatan,” ujar Ipda Lady kepada Sumselupdate.com, Sabtu (20/6/2020).

Ipda Lady mengatakan, modus yang dijalankan kedua pelaku dengan cara memberhentikan secara paksa kendaraan korban saat melintas di jalan.

Setelah kendaraan korban berhenti, pelaku mengeluarkan nada ancaman akan membunuh kalau korban tidak mau menyerahkan sepeda motornya.

Kedua tersangka Hari Fitriansyah dan Yoyok diinterograsi Kanit Reskrim Polsek IT II Palembang Ipda Lady.

 

“Setidaknya ada lima TKP wilayah operasional kedua pelaku, yakni dua kali di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sumur Tinggi, Jalan AKBP Cek Agus Salim (depan lapangan golf), dan di depan sekolah Peminda (Jalan Bambang Utoyo),” ujar Ipda Lady.

Menurutnya, setelah berhasil membegal, keduanya menjual hasil jarahannya ke Yoyok untuk dijualnya kepada orang yang sudah memesannya dengan harga Rp2 juta rupiah. Hasilnya sendiri mereka bagi dua.

Tak tangung-tanggu keduanya melakukan aksi semuanya pada siang hari, yang semua korbannya pria.

Sementara itu, tersangka Hari Fitriasyah mengaku, sebelumnya pernah masuk penjara dalam kasus sajam pada tahun 2017 di Lapas Pakjo Palembang. Dan nekat melakukan begal karena tidak ada uang untuk makan sehari-hari.

“Karena tidak ada uang buat kebutuhan sehari-hari jadi aku nekat begal, sebelumnya memang aku pernah masuk penjara dalam kasus sajam 2017 lalu keluar langsung begal sudah hampir lima kali,” cetusnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts