Bawaslu Ingatkan Calon Kepala Daerah Bisa Didiskualifikasi Jika Langgar Dua Hal Ini

Suasana Ngobrol Pintar (Ngopi) Caro Wartawan (COW) di Kedai Ngopi COW Jalan Supeno 11 Talang Semut, Palembang, Sabtu (26/9/2020) malam.

Laporan: Edwar Heryadi

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan calon kepala daerah yang akan bertarung pada 9 Desember 2020 nanti, bisa didiskualifikasi jika melakukan dua pelanggaran.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini dikemukakan anggota Komisiner Bawaslu Sumsel Junaidi, SE, MSi dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Caro Wartawan (COW) di Kedai Ngopi COW Jalan Supeno 11 Talang Semut, Palembang, Sabtu (26/9/2020) malam.

Dalam ‘Ngopi Cow’ ini selain dari Bawaslu Sumsel, juga mengundang nara sumber Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana, Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo Palembang Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP, SSos, dan Psikolog Prof Dr dr RGU Bambang Harijanto, Mkes, MSi, Cht CPHCM SpKj (K).

Diskusi yang mengangkat tema ‘Nasib Pilkada 9 Desember 2020 di Tengah Covid-19’ dengan moderator Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Komar.

Suasana Ngobrol Pintar (Ngopi) Caro Wartawan (COW) di Kedai Ngopi COW Jalan Supeno 11 Talang Semut, Palembang, Sabtu (26/9/2020) malam.

Menurut Junaidi, ada dua hal yang bisa mendiskualifikasi pasangan calon. Pertama, untuk calon pertahana melakukan mutasi pejabat enam bulan sebelum digelarnya pilkada.

“Untuk di Sumsel sudah dipastikan tidak ada pelanggaran seperti ini,” kata Junaidi.

Kemudian, pelanggaran berat kedua, jika pasangan calon melakukan money politic secara masif.

Dibeberkan Junaidi, money politic secara masif itu jika di suatu daerah ada 18 kecamatan, sepuluh kecamatan di antaranya terbukti ada upaya money politic, maka pasangan calon itu bisa langsung didiskualifikasi.

Pada kesempatan itu, Junaidi mengatakan, dalam pesta demokrasi seperti pilkada, Bawaslu bekerja sama dengan Dewan Pers memiliki kewenangan untuk mengawasi konten berita yang disiarkan media massa.

Junaidi mengungkapkan pengawasan konten berita ini sangat penting dilakukan, karena saat ini banyak ditemukan iklan pasangan calon yang ‘dibungkus’ dalam bentuk berita.

Empat nara sumber menerima penghargaan dalam bentuk sertifikat yang diserahkan Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Komar.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, proses Pilkada di Sumsel tetap berjalan sesuai tahapan.

Kelly Mariana mengatakan, saat pandemi seperti sekarang ini, pihaknya tak hanya gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak golput dan mencoblos pada 9 Desember 2020 nanti.

Akan tetapi menurut Kelly, KPU juga gencar mensosialisasikan kepada warga untuk menaati protokol kesehatan Covid-19.

Sedangkan Danrem 044 Garuda Dempo Palembang Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP, SSos menegaskan pihaknya siap mengamankan pilkada agar berjalan aman dan kondusif. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.