Baturaja, Sumselupdate.com – Adanya bantuan Alokasi Dana Desa serta Dana Desa (DD) di setiap desa di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memang sangat membantu pembangunan khususnya insfratruktur. Hal tersebut diakui 13 desa di Bumi Sebimbing Sekundang (julukan kabupaten OKU).
“Memang sangat membantu, lihat saja pembangunan hampir ada di setiap desa,” ucap Kades Sobari melalui Hauri Sekdes Kepayang Kecamatan Peninjauan OKU, Kamis (1/9).
Namundengan adanya kabar pemotongan anggaran yang diterima setiap desa pada termin kedua ini membuat para pemangku kepentingan itu kaget dan kebingungan. “Ya, kami bingung adanya informasi pemotongan itu,” kata Hauri.
Pasalnya menurut dia, sebagian besar pembangunan fisik sudah dijalankan pihaknya walau dana yang turun tidak sekaligus namun pengerjaanya telah dikerjakan setiap desa sesuai program masing-masing desa.
Nah, ditambahkan Rahmad, seorang mantan Kades sekaligus selaku koordinator dan pemantau pembangunan di Desa Kedondong, permasalahannya muncul, lantaran sebagian besar desa ngutang alias kasbon terlebih dahulu untuk menyelesaikan bangunan yang ada di desa.
“Kan pertermin turun dananya, sementara pembangunan fisik memerlukan material dan gaji para pekerja dan itu sudah kami hitung semua sesuai anggaran yang turun. Jadi kalau ada potongan otomatis berkurang, terus kemana kami cari uang menutupinya, bisa layau,” keluh Rahmad.
Sementara pembangunan yang ada di desa beberapa kata dia, sudah selesai dikerjakan.”Saya bingung ditanya anak buah saya dan bos yang memberi hutangan material. Apalagi hingga saat ini termin dua belum turun,” imbuh Rahmad mengaku belum tau berapa besar pemotongan itu nantinya.
Dikatakanya untuk desa Kedondong bantuan ADD sebesar 200juta, pencairannya dibagi tiga termin masing-masing termin dicairkan sekitar Rp 75 juta.
Namun ungkap Rahmad, berbeda hal dengan dana DD pencarinya hanya di termin saja setiap tahunya, “Kalau desa kami terima dana DD sekitar kurang lebih Rp 560 juta cairnya dua termin sekitar 300 juta pertermin,” ungkap Rahmad seraya mengatakan hingga kini pencairan termin dua belum diterima padahal seharunya telah cair di Minggu ke 3 bulan Agustus 2016.
Dirinya berharap, kabar tersebut tidak benar, jikapun ada tidak terlalu besar karena akan sangat membingungkan, “Satu lagi kalau desa yang sudah lengkap laporannya jangan ditunda langsung saja dicairkan. Sebab kalau menunggu desa yang belum akan merugikan desa yang sudah selesai,” imbuhnya.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Wibisono melalui Kabid Pimdes M Kholik saat dihubungi portal ini melalui sambungan Telephone terkait isu tersebut membenarkan, namun Kholik mengaku pihaknya tidak tau berapa besar pemangkasan nantinya.
“Benar ada, tapi kami tidak tau besarnya, karena yang lakukan pemangkasan BPKAD OKU, untuk lebih jelas tanya saja ke BPKAD,” singkat Kholik. (yan)











