Banjir Melanda Sumsel Diakibatkan Sungai Banyak yang Dangkal

Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto

Palembang, Sumselupdate.com –Mengantisipasi banjir di masa mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel berencana melakukan normalisasi terhadap sungai-sungai di daerah yang rawan banjir.

Bencana banjir yang menimpa beberapa daerah kabupaten di Sumatera Selatan, seperti Ogan Ilir, Muratara, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), dan Musi Banyuasin sebagian disebabkan oleh sungai yang telah dangkal.

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto, Sabtu (2/4) mengatakan, ke depan pihaknya berencana akan melakukan studi kelayakan mengenai rencana normalisasi sungai-sungai yang mulai dangkal dan menyebabkan banjir di Sumsel.

Saat ini, sebelum dilakukan normalisasi, terlebih dahulu sungai yang menjadi target akan dilakukan uji kelayakan untuk mengetahui apa perlu pengerukan atau pendalaman.

“Ke depan kita berpikir bagaimana mencegahnya, bukan hanya mengatasi saja ” katanya.

Yulizar melanjutkan, jelas jika di Kota Palembang ini penyebab banjirnya di antaranya saluran air mampet, sehingga saluran air perlu didrainase. Sementara di kabupaten/kota, rata-rata sungainya yang sudah dangkal yang menyebabkan banjir.

“Sungai-sungai yang dangkal akan kita buat studi dan ajukan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk normalisasi mencegah banjir,” urainya

Dikatakanya lagi, untuk program normalisasi membutuhkan dana besar dan tidak mungkin kalau pakai dana APBD saja, sehingga perlu meminta bantuan ke pusat.

Sungai-sungai di Sumsel yang diyakini sudah dangkal dan perlu dilakukan normalisasi adalah Sungai Ogan, Sungai Musi, Sungai Rupit, serta Sungai Komering.

“Sungai tersebut rata-rata telah mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh erosi, buang sampah di sungai dan sebagainya. Agar jangan terjadi banjir lagi tahun di depan maka usaha lain adalah mencegah,” pungkasnya. (adi)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.