Bandar Besar Narkoba di Lubuklinggau Ternyata Residivis, Shabu 13 Kg Dikirim dari Kota Medan  

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono didampingi Kasat Narkoba, Iptu Hendri saat press realese penangkapan bandar besar narkoba, Rabu (11/11/2021).

Laporan: Adnan Abidin

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Penangkapan bandar besar narkoba yang dilakukan jajaran Satnarkoba Polres Lubuklinggau, menyisakan cerita tersendiri.

Read More

Tersangka Niko Rahfika alias Niko (31), warga Jalan Depati Said, RT 4, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata mendapatkan barang haram dari Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam penyergapan Niko Rahfika di kediamannya pada Kamis (9/11/2021) sekitar pukul 18.30 WIB, aparat menyita barang bukti 13,722 kilogram shabu, 2.200 butir ekstasi warna hijau muda logo, bubuk warna hijau muda diduga ekstasi seberat 1,6 kilogram, dan bubuk warna coklat diduga narkoba seberat 50 gram.

Dalam press realese, Rabu (11/11/2021), Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono didampingi Kasat Narkoba, Iptu Hendri mengatakan t tersangka Niko Rahfika merupakan residivis kasus narkoba.

“Ketika dilakukan penggeledahan didapatkan narkoba di gudang belakang rumahnya,” kata Kapolres dalam press realese yang dihadiri Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Kepala BNN, AKBP Himawan Bagus Riady, perwakilan Kejaksaan, dan Brimob Petanang di halaman Mapolres Lubuklinggau.

Berdasarkan pengakuan tersangka, jika dirinya baru menjalankan bisnis shabunya dua bulan belakangan dan mendapatkan kiriman narkoba dari temannya di Kota Medan.

Menurut Kapolres barang bukti yang diamankan jika dalam bentuk rupiah sekitar senilai Rp14 miliar.

Atas penangkapan itu dapat menyelamatkan sekitar 75 ribu orang dari ancaman narkoba.

Tersangka sendiri terancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. “Kami terus melakukan pengembangan,” tegas Kapolres.

Sementara itu, tersangka Niko mengaku narkoba tersebut titipan temannya asal Medan yang dikirim sekitar dua bulan lalu melalui jalur darat. “Baru satu kali ini dikirim,” kelitnya.

Dia mengaku mengambil sendiri paket kiriman di Simpang Priuk, Kota Lubuklinggau dengan cara janjian dengan sang kurir pengantar.

“Saya kenal dengan temannya itu saat sama-sama menjalani hukuman di lapas,” ungkapnya.

Niko juga mengaku baru tahu bahwa barang itu narkoba saat sudah sampai di rumahnya. Setelah sadar bahwa itu narkoba, lalu dia menyimpan di sebuah gudang tertutup di belakang rumahnya.

“Aku keluar dari penjara 2018 lalu, setelah jalani hukuman penjara satu tahun delapan bulan,” tukasnya.

Kendati demikian, Niko mengatakan shabu dan ekstasi belum sempat dijual.“Belum ada yang diedarkan, tidak ada kabar lagi dari pengirim,” pungkasnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang hadir saat press realese mengapresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas keberhasilan Satresnarkoba Polres Lubuklinggau.

“Selamat dan terima kasih, karena ini sudah menyelamatkan anak bangsa dari narkoba. Kita akan berikan penghargaan atas keberhasilan ini,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.