Bahas Bom Samarinda, Menko Polhukam Kumpulkan 4 Jenderal

Selasa, 15 November 2016
Menkopolhukam Wiranto

Jakarta, Sumselupdate.com – Peristiwa ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, 13 November lalu, membuat instansi pemerintah terkait langsung melakukan rapat koordinasi di kantor Kemenko Polhukam, Senin (14/11) sore.

Menko Polhukam Wiranto mengamini peristiwa pengeboman yang terjadi belakangan termasuk yang dibahas dalam rapat. “Semua dibahas, masalah pengeboman, terorisme, demonstrasi, masalah-masalah hal-hal yang bersifat negatif, atau yang menyangkut masalah perkembangan politik nasional,” tutur dia usai rapat koordinasi bersama sejumlah petinggi lembaga negara di kantor Kemenko Polhukam, seperti dikutip dari republika.co.id, Selasa (15/11/2016).

Read More

Rapat tersebut, lanjut Wiranto, juga membahas soal adanya evaluasi terhadap program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pemerintah kemudian mencarikan solusi alternatif terhadap berbagai masalah yang bermunculan beberapa hari terakhir, termasuk yang terjadi di daerah dan pusat.

“Namanya juga rapat reguler, jadi semua perkembangan situasi yang berkembang ya kita bahas. Kita bahas semuanya, kemudian kita berikan feedback, langkah-langkah ke depan bagaimana,” kata dia.

Wiranto mengatakan, banyak cara yang akan dilakukan pemerintah untuk menangani kasus terorisme di Indonesia. Misalnya, hard approach, yakni penanggulangan langsung ke sasaran pelaku dengan langkah-langkah yang keras, atau dengan soft approach.

“Yang terpenting itu soft approach, menyadarkan. Yang melakukan teror kan saudara kita juga. WNI yang barang kali sedang khilaf karena dicekoki ideologi lain,” ungkap Wiranto.

Rapat koordinasi yang digelar di Kemenko Polhukam itu digelar tertutup. Pejabat tinggi negara yang dikumpulkan di sana yakni  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan.

Seluruhnya usai rapat langsung bergegas pulang dan menghindari media massa yang hendak meliput. Bahkan, Suhardi yang sebelumnya shalat maghrib di masjid sebelah kantor menko polhukam langsung masuk ke mobilnya sambil menjinjing sepatunya yang belum digunakan, untuk menghindari wartawan. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts