Palembang, Sumselupdate.com – Antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dikeluhkan masyarakat karena harus menunggu hingga berjam-jam. Kondisi ini diduga dipicu oleh keterbatasan pasokan solar di beberapa titik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.10.1/082/SE/DESDM/2025 tentang pengaturan pengisian BBM jenis tertentu (solar) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Palembang.
Dalam edaran tersebut ditetapkan bahwa dari 18 SPBU yang diatur, empat SPBU tidak menyalurkan solar sama sekali, sementara 14 SPBU hanya diperbolehkan menyalurkan solar pada malam hingga dini hari.
“Dari hasil rapat ini ditentukan mana SPBU yang menjual BBM jenis solar dan mana yang tidak, agar pengendara tidak menumpuk di satu SPBU,” katanya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemprov Sumsel bersama Badan Pengatur Hilir Migas, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan DPD II Hiswana Migas Sumsel, ditetapkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
SPBU yang tidak menyalurkan solar:
a. SPBU 2430103, Jalan Demang Lebar Daun
b. SPBU 2430107, Jalan Demang Lebar Daun
c. SPBU 2430222, Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju
d. SPBU 24301120, Jalan Celentang Kenten-Sako
SPBU yang menyalurkan solar pada pukul 22.00–04.00 WIB:
a. SPBU 2330134, Jalan H.M. Noerdin Pandji
b. SPBU 2330129, Jalan Raya Tanjung Api-api
c. SPBU 24301147, Jalan Letjen Harun Sohar
d. SPBU 24301108, Jalan Sultan Mahmud Badarudin II KM 12
e. SPBU 2430105, Jalan MP Mangku Negara
f. SPBU 2430108, Jalan RE Martadinata
g. SPBU 2430112, Jalan Wolter Monginsidi Patal Pusri
h. SPBU 2430116, Jalan R. Soekamto
i. SPBU 24301111, Jalan Kolonel H. Burlian KM 7
j. SPBU 24301163, Jalan MP Mangku Negara
k. SPBU 24302126, Jalan Jenderal A. Yani Kelurahan 7 Ulu
l. SPBU 2430220, Jalan K.H. Wahid Hasjim
m. SPBU 2430219, Jalan Kimerogan Pal 7 Kertapati
n. SPBU 24302129, Jalan Gubernur H. Bastari
SPBU yang melayani solar sepanjang jam operasional:
a. SPBU 2430118, Jalan Bypass Musi II
b. SPBU 24302123, Jalan Mayor Jenderal Yusuf Singa Dikane
c. SPBU 24301161, Jalan Bypass Soekarno Hatta
d. SPBU 24302164, Jalan Mayor Jenderal Yusuf Singa Dikane
e. SPBU 2430198, Jalan Alang-alang Lebar Soekarno Hatta
f. SPBU 2430223, Jalan Raya Kertapati
g. SPBU 2430196, Jalan Soekarno Hatta
Pengecualian diberikan kepada kendaraan angkutan barang kebutuhan pokok atau esensial. Mereka tetap dapat mengisi solar di seluruh SPBU dengan ketentuan kendaraan masih membawa muatan sesuai surat jalan yang diterbitkan pemilik atau pengelola angkutan.
Pengelola SPBU diwajibkan melaksanakan ketentuan tersebut, termasuk SPBU pada poin kedua yang diminta beroperasi 24 jam dan memasang spanduk atau banner sosialisasi.
Pengawasan pelaksanaan edaran dilakukan oleh Tim Terpadu Pemprov Sumsel bersama TNI dan Polri. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi mulai dari tilang, surat teguran 1 dan 2, hingga pencabutan izin usaha atau operasional SPBU.
“Surat edaran ini berlaku sejak ditetapkan dan akan dievaluasi setiap tiga bulan,” katanya.
(**)











