Asumsi APBD Menurun, DPRD Pagaralam Minta OPD  Serius Gali Potensi Pendapatan

Parkiran di salah satu ruas jalan pertokoan di Kota Pagaralam

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pembahasan APBD Kota Pagaralam 2021 sudah diselesaikan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dan DPRD Pagaralam.

Dari hasil pembahasan yang ada didapati jumlah asumsi APBD Kota Pagaralam untuk tahun 2021 yaitu sekitar Rp711 miliar.

Bacaan Lainnya

Jumlah itu dinilai turun jika dibandingkan dengan asumsi APBD tahun 2020 yang mencapai Rp741 miliar. Kondisi ini menjadi perhatian pihak DPRD Kota Pagaralam.

Terkait ini pihak DPRD Pagaralam meminta Pemkot Pagaralam melalui OPD yang menjadi sumber PAD untuk serius dalam meningkat PAD Kota Pagaralam. Pasalnya hal ini akan berdampak baik pada PAD tahun-tahun berikutnya.

Ketua DPRD Pagaralam Jenni Sandiyah Didampingi Ketua Komisi II DPRD, Olivia mengatakan, bahwa jika melihat jumlah asumsi APBD 2021 dengan APBD tahun 2020 memang ada penurunan. Untuk itu harusnya OPD dapat menyikapi hal ini dengan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD di Pagaralam.

“Jika dilihat memang APBD kita menurun. Untuk itu DPRD meminta OPD yang membidangi sektor sumber PAD harus bisa memberikan rumusan agar PAD dapat meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.

Dicontohkan Olivia, Komisi II membawahi dinas Pariwisata dan Disperindagkop yang merupakan OPD penyumbang PAD di Kota Pagaralam. Jadi pihak meminta OPD tersebut dapat mengali terus PAD yang ada dengan formula baru.

“Saat ini OPD yang ada memang sudah mempunyai rencana kegiatan untuk meningkatkan PAD tersebut. Namun memang terlihat belum maksimal,” katanya.

Ditambahkan Ketua DPRD Pagaralam, Jenni Sandiyah, bahwa harusnya OPD penyumbang PAD di Pagaralam harus bisa merumuskan apa saja yang bisa dijadikan sumber PAD. Hal ini agar PAD Pagaralam dapat terus meningkat.

“PAD dapat ditingkatkan dengan cara mengevaluasi kembali rumusan yang sudah dipakai selama ini menjadi sebuah formula baru yang lebih jelas pengelolaannya dengan mengadaptasikan teknologi IT sehingga programnya nya bisa langsung terkoneksi pada lintas sektoral yang berkaitan dengan sumber PAD tersebut sehingga data yang dipakai lebih dapat dipertanggung jawabkan ke depannya,” tegasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.