Jakarta, sumselupdate. com – Jelang Pemilu 2024 banyak artis mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif. Yang daftar dari kalangan pemula dan sudah duduk di bangku wakil rakyat. Mereka menilai tidak mudah mendapatkan kursi di DPR.
Sebagaimana diakui anggota DPR RI Nurul Arifin, tantangan cukup banyak. Tapi jangan menyerah dan harus semangat, berjuang terus.
“Saya tidak ujug-ujug jadi anggota dewan, politisi dan masuk Partai Golkar. Sebelum terjun ke dunia politik saya berkecimpung di dunia film, aktivis peduli AIDS, aktivis perempuan dan aktivis anti narkoba,” ujar Nurul di Media Center DPR Jakarta, Selasa (28/6/2023).
Pengalaman berorganisasi tersebut membuat Nurul tertarik ke panggung politik. Apalagi ketika UU Pemilu Nomor 12 tahun 2004 lahir memberikan kesempatan bagi perempuan maju sebagai caleg.
“Pertama kali saya direkomendasikan masuk ke korwil Jawa Tengah, tapi saya menolak karena saya tidak punya akar kultur di sana. Saya minta ke Dapil Jawa Barat dan Ketum Golkar Agung Laksono saat itu memberi tempat di Dapil Karawang dan Purwakarta, ” kata Nurul.
Meskipun pada Pemilu 2004 belum terpilih jadi anggota dewan, Nurul berjuang lagi tahun 2009 ketika Jusuf Kalla Ketum Golkar.
“Saya dikasih nomor urut satu, sistem terbuka lagi. Menang deh. Saat itulah saya masuk pertama kali ke DPR tahun 2009,” tegas Nurul.
Kemudian tahun 2014 Nurul maju lagi di Dapil yang sama Karawang Purwakarta ditambah dengan Bekasi. Nurul kalah karena terlalu banyak ngurus partai dan jadi jubir Pak ARB dan Pak Jokowi di pilpres.
“Tahun 2019 saya ikut lagi. Bertempur lagi dan masuk lagi anggota DPR 2019-2024. Jadi, ya gitulah perjuangan politisi. Dan Pemilu 2024 saya bertarung lagi,” tegasnya.
Menurut Nurul, kalangan perempuan yang ingin masuk ke gelanggang politik jangan genit. Harus profesional, tegas, energik dan bicara dengan data. “Dengan sikap seperti itu kaum perempuan akan disegani, “jelasnya.
Camellia Panduwinata yang lebih dikenal sebagai penyanyi dangdut di tanah air ini ikut mendaftar jadi calon legislatif dari PKB.
Menurut Camelia, keikutsertaannya dalam Pemilu legislatif tahun 2024 udah yang kedua kali. Sebelumnya tahun 2004 ikut nyalon dari PKPI. Sayang, tidak lolos ke Senayan lantaran suara pendukungnya tidak mencukupi.
“Pertama saya nimbrung ke PKPI kemudian ke Golkar dan lima tahun terakhir saya di PKB.
Ini pengalaman saya yang luar biasa. Sekitar 10 tahun bergabung di Parpol membuat saya lebih matang mencalonkan diri jadi anggota dewan. Kegagalan masa lalu tidak membuat saya menyerah, tapi terus berjuang, ” kata Camelia.
Sedangkan Aishah Gray dari PSI mencalonkan diri untuk pertama kali. Pengalaman Aishah berkeliling Indonesia menambah wawasan tentang kehidupan masyarakat di pedesaan.
Sebagai pendatang baru di kancah politik, Aishah sadar betul akan perlunya kerja keras, persiapan mental dan berkomunikasi yang baik dengan konstituen.
“Saya rasa kekuatan itu harus dimiliki bacaleg terutama dari kaum wanita. Masyarakat sekarang sudah cerdas melihat kualitas seseorang yang akan menjadi wakil mereka di legislatif, ” paparnya. (duk)











