Arkeolog Temukan Istana dan Kuil Kuno Berusia 2.500 Tahun di Gurun Mesir, Ungkap Jejak Firaun

Writer: - Sabtu, 20 Juni 2026
Tim arkeologi Mesir menunjukkan sejumlah temuan bersejarah di situs Al-Qasr Al-Qadim, Oasis Bahariya, yang diperkirakan berusia sekitar 2.500 tahun. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Kairo, Sumselupdate.com – Tim arkeologi Mesir menemukan sejumlah peninggalan penting di kawasan Al-Qasr Al-Qadim (Istana Tua) di Oasis Bahariya, Gurun Barat Mesir. Temuan tersebut mengungkap jejak peradaban yang diperkirakan berusia sekitar 2.500 tahun atau berasal dari masa Dinasti ke-26 Mesir Kuno (664-525 SM).

Dalam pernyataannya, Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir menyebutkan bahwa misi arkeologi dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA) berhasil menemukan sisa-sisa ruangan berbahan batu pasir, balok-balok batu bertulis, serta berbagai artefak bersejarah lainnya.

Read More

Salah satu temuan penting adalah balok batu yang memuat nama dan gelar Raja Psamtik I, salah satu penguasa terkemuka Dinasti ke-26.

Sekretaris Jenderal SCA, Hisham Elleithy, mengatakan penemuan tersebut memberikan bukti baru mengenai pentingnya kawasan Oasis Bahariya sebagai pusat administrasi dan keagamaan pada berbagai periode sejarah Mesir Kuno.

Menurutnya, situs tersebut memiliki peran strategis yang terus berkembang selama berabad-abad.

Sementara itu, Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir SCA, Mohamed Abdel-Badie, mengungkapkan bahwa tim arkeologi juga menemukan aula hipostil utama sebuah kuil yang ditopang oleh 16 kolom batu pasir.

Selain aula utama, ditemukan pula sejumlah ruangan, tempat suci, serta prasasti hieroglif yang menyebut nama beberapa dewa penting dalam kepercayaan Mesir Kuno, seperti Amun-Ra, Amunet, dan Khonsu.

Abdel-Badie menjelaskan pembangunan aula tersebut dimulai pada masa pemerintahan Raja Psamtik I dan diselesaikan pada era Raja Wahibre (Apries) serta Raja Ahmose II (Amasis).

Selain peninggalan Dinasti ke-26, para arkeolog juga menemukan sebuah stela batu dari masa pemerintahan Amenhotep II. Temuan ini menunjukkan bahwa Oasis Bahariya telah memiliki hubungan erat dengan pusat pemerintahan Mesir sejak era Kerajaan Baru.

Tim juga menemukan artefak yang berasal dari masa pemerintahan Ramesses II, salah satu firaun paling terkenal dalam sejarah Mesir.

Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas keagamaan dan kehidupan perkotaan di kawasan Oasis Bahariya telah berlangsung jauh sebelum era Dinasti ke-26, sekaligus memperkuat posisi wilayah itu sebagai salah satu pusat penting peradaban Mesir Kuno.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts