Antisipasi Makanan Mengandung Formalin, YLK Sumsel Minta Aparat Kepolisian Tingkatkan Razia

Ketua Pembina YLK Sumsel, Rizal Aprizal.

Palembang, Sumselupdate.com – Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta jajaran kepolisian meningkatkan razia peredaran makanan yang mengandung cairan formalin dan bahan kimia berbahaya lainnya.

“Selama bulan suci Ramadhan ini saja tim Pemkot Palembang bersama BPOM beberapa kali menemukan mie basah, tahu, dan bumbu dapur mengandung formalin dijual di pasar tradisional,” kata Ketua Pembina YLK Sumsel, Rizal Aprizal di Palembang, Sabtu (2/5/2021).

Bacaan Lainnya

Bahkan, tim Polrestabes Palembang membongkar kasus penjualan daging ikan giling berformalin di Pasar Induk Jakabaring Palembang dengan mengamankan 8,3 ton ikan giling yang sudah dikemas dalam bungkus ukuran satu kilogram yang mengandung cairan pengawet mayat.

Rizal mengatakan, peredaran makanan mengandung bahan kimia berbahaya bahkan produk kedaluwarsa selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, diperkirakan masih banyak terjadi di Kota Palembang dan 16 kabupaten/kota dalam wilayah Sumsel lainnya.

Petugas gabungan mengamankan ikan giling berformalin yang ditemukan di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Jumat (30/4/2021).

Maka dari itu, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari mengonsumsi produk makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dan kedaluwarsa, YLK Sumsel mendesak agar kegiatan razia tersebut diharapkan lebih digencarkan lagi.

“Razia pengawasan dan penertiban bahan pangan dan produk makanan yang dilakukan pemerintah daerah bersama BPOM dan aparat kepolisian di sentra produksi, pasar swalayan, dan pasar tradisional harus lebih intensif untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tandas Rizal Aprizal.

Melalui razia di tingkat produsen dan pasar diharapkan tidak ada lagi produk makanan yang mengandung formalin dan pengawet berbahaya bagi kesehatan manusia lainnya beredar di tengah-tengah masyarakat, ujar ketua pembina YLK Sumsel itu.

Sebelumnya Tim Gabungan Polrestabes Palembang bersama BBPOM dan Balai Karantina ikan menggerebek gudang penyimpanan ikan mengandung formalin di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Jumat (30/4) malam.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol.Irvan Prawira Satya Putra mengungkapkan dalam operasi kepolisian gabungan itu diamankan sekitar 8,3 ton ikan giling berformalin dari dua tersangka berinisial I dan Z.

Berdasarkan pengakuan tersangka ikan berformalin jenis kakap tersebut sudah diproduksi beredar ke masyarakat di Palembang dan sekitarnya satu tahun terakhir. (rel)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.