Antara Konservatif dan Pragmatisme Kesenian Tradisional

Writer: - Jumat, 31 Mei 2024
Ilustrasi kesenian khas sumedang kuda ronggeng yang sedang pentas (Pemkab Sumedang)q
Ilustrasi kesenian khas sumedang kuda ronggeng yang sedang pentas (Pemkab Sumedang)

Melalui intuisi yang lahir atas kecerdasan, perenungan, kesadaran, serta pengalaman si seniman, mereka mampu memanipulasi media keindahan menjadi suatu karya (objek seni). Sementara kegiatan berapresiasi, ketika kesenian dijadikan sumber pedoman dari audien, penikmat, dan pemerhati kesenian dalam melakukan pencerapan atas karya. Seperti halnya proses kegiatan berkreasi, kegiatan berapresiasi juga lahir melalui kecerdasan artistic yang timbul dari pengalamannya.

Representasi kecerdasan para audien, penikmat, dan pemerhati kesenian, pada gilirannya dapat dijadikan sebagai dasar pijakan, dalam memilih dan mengapresiasi karya bermutu dan tidak bermutu. Pada domain ini kesenian dijadikan media komunikasi siseniman, dalam mewartakan suatu pesan melalui karya kepada audien, penikmat dan pemerhati. Komunikasi kesenian dapat berjalan efektif, apabila simbol yang pakai pada suatu karya dikenal, dipahami, dan diinsafi secara bersama.

Read More

Namun mesti diingat, mengingat kesenian itu lahir berdasarkan konteksnya (teritorial, lingkungan, sumber daya) yang berbeda pada setiap kelompok, maka kebutuhan estetik setiap kelompok juga berbeda. Dasar pemenuhan kebutuhan estetik yang berbeda itu, mendorong sikap kelompok untuk terus melakukan berbagai startegi, agar keseniannya tetap survive.

Dengan hipotesis ini, kesenian tidak hanya menjadi pedoman masyarakat dalam bersikap, bertindak, dan berkegiatan saja, tetapi kehadiran kesenian sebagai startegi adaptif masyarakat. Kesenian dijadikan corong pemenuhan kebutuhan estetik masyarakat, dalam menghadapi kondisi dan situasi lingkungan tertentu.

Kesenian merupakan sistem simbol, karena eksistensinya berfungsi menata perasaan estetik, dari ungkapan-ungkapan emosi manusia. Dalam konteks bermasyarakat kesenian dipandang sebagai sistem pemberian makna estetik bersama, yang ditransmisikan secara turun temurun (historis).

Simbol ekspresif kesenian pada dasarnya menyikap berbagai makna, di antaranya: gagasan, pendirian, kepercayaan, serta pengalaman tertentu yang dipahami secara kolektif. Karena kesenian sebagai subsistem kebudayaan, maka kesenian juga diinsafi masyarakat pendukungnya sebagai suatu sistem simbolik. Melalui jangkar itu jelas, bahwa eksistensi kesenian pada hakikatnya representasi dari semua unsur tradisi-tradisi sosial yang berlaku dimasyarakat.

Dalam konteks ini kesenian secara langsung bersinggungan dengan perannya, sebagai penopang sekaligus peneguh kolektivitas masyarakat. Dengan bahasa yang lebih familiar, kesenian menjadi semacam identitas atau atribut bagi masyarakat pendukung dan pemiliknya. Kesenian secara apriori memang milik masyarakat, meskipun yang menjadi partisipan adalah individu-individu, warga masyarakat yang bersangkutan.

Kesenian memang milik masyarakat karena secara langsung maupun tidak langsung, mengejawantahkan corak, kebiasaan, gaya hidup, tindakan, kebiasaan, yang berkait dengan keindahan. Sementara itu kepiawaian atau kemampuan khusus individu warga masyarsakat atas kesenian, lazimnya dinamakan pengetahuan kesenian.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengetahuan kesenian merupakan, pengetahuan, keahlian, kemampuan yang dimiliki individu (personal) terkait dengan kesenian. Kemampuana individu masyarakat yang memiliki pengetahuan kesenian tidak datang begitu saja, melainkan melalui berbagai proses dan tahapan, seperti: kebiasaan serta pengalaman-pengalaman estetisnya.

Dengan dasar pencercapan, perenungan dari pengalaman estetis yang berbeda, maka kebutuhan dan tanggapan terkait keindahan tiap individu juga berbeda. Tidak jarang kendala ini, dijadikan jembatan oleh seseorang (individu) untuk melakukan antisipasi, memainkan peran kognisi dalam mempersepsikan, merumuskan, dan menghayati keseniannya.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts