Anggota Jatanras Polda Sumsel Gulung 22 Pelaku Pencurian Kebun Sawit PT Lonsum

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol CS Panjaitan melakukan press realese penangkapan pelaku pencurian sawit milik PT Lonsum, Senin (25/10/2021).

Laporan: Andika Pratama

Palembang, Sumselupdate.com – Anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menggulung 22 tersangka pencurian buah sawit di lahan milik PT Lonsum Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, Jumat (23/10/2021).

Read More

Tidak hanya mengamankan 22 tersangka, petugas menyita barang bukti berupa mobil dump truk, tujuh sepeda motor, dua unit angkong/sorong, satu buah keranjang timbangan, dan enam buah jorok.

Turut diamankan barang bukti satu perangkat alat timbangan, satu buah sajam jenis kapak, tiga buah sajam jenis parang, satu buah enggrek. dan 500 kilogram tandan buah sawit.

Dari penangkapan itu terungkap jika tujuh pelaku berperan sebagai pengawas keamanan, 12 orang sebagai pemanen buah sawit, dan tiga orang yang berperan sebagai sopir truk.

“22 orang tersangka tertangkap tangan, setelah kita mendapatkan informasi keberadaan para pelaku sedang berada di divisi kebun Tirta lahan sawit, Desa Mangsang, Bayung Lencir,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol CS Panjaitan, Senin (25/10/2021).

Hisar menjelaskan, para tersangka sudah melakukan pencurian sejak 15 Agustus 2021 lalu.

“Korban (PT Lonsum –red) mengalami kerugian hampir Rp1 miliar kemudian melaporkannya ke SPKT Polda Sumsel pada tanggal 1 Oktober 2021. Modusnya, para tersangka ini sudah tahu dengan kondisi kebun dan mempersiapkan alat dan sebagainya sebelum melakukan aksinya. Sudah terorganisir, dan saat ini masih dalam pengembangan kita,” tutupnya.

Sementara itu, Udin (50) yang berperan mengwasi para tersangka dalam melakukan aksinya mengatakan, sudah melakukan aksinya sejak 15 Agustus 2021 hingga ditangkap.

“Peran saya yakni mengawasi para tersangka melakukan aksi tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, nekat melakukan aksi tersebut lantaran hasil sawit miliknya tidak menghasilkan banyak.

“Karena hasil sawit saya tidak banyak lantas saya dan tersangka lainnya melakukan aksi tersebut, dan saya menyesal,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.