Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H Dede Purnama Alzulami, Lc, mengecam peristiwa penusukan terhadap ulama besar Syaikh Ali Jaber di Lampung beberapa hari silam.
Dijelaskan Ustad Dede, kasus penusukan tersebut harus segera dituntaskan agar tidak mendatangkan banyak persepsi negatif masyarakat.
“Pertama, saya berharap bahwa kasus ini wajib harus dituntaskan dengan sejelas-jelasnya, karena kalau tidak, ditakutkan akan mendatangkan banyak persepsi di masyarakat. Setiap orang akhirnya punya pandangan, sikap serta tindakan sendiri,” jelas Ust Dede.
Ust Dede pun berharap pihak kepolisian tidak terlalu mudah dalam memvonis kasus penusukan ulama tersebut tanpa dilakukan pendalaman serta dilakukan kajian terlebih dahulu.
“Kami berharap kepada saudara kami pihak kepolisian jangan terlalu mudah untuk memberikan vonis terhadap sesuatu. Hal ini belum didalami dan kasusnya belum dikaji secara dalam, tapi di mana-mana telah ditemukan berita bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa. Inikan menjadikan timbul banyak presepsi. Maka harusnya dikaji dan investigasi secara dalam, barulah hasil investigasi dipaparkan secara terbuka,” tambahnya.
Ustadz Dede menjelaskan, ulama merupakan pewaris nabi dan diharapkan kejadiaan penusukan ulama tidak terulang kembali
“Ulama adalah pewarisnya para nabi, dan jangan sampai terulang kembali. Apa yang dilakukan para ustadz benar, ulama itu adalah mereka yang memberikan peringatan kepada umatnya. Seandainya kita salah, para ulama-lah yang meluruskan. Ulama lah yang menyampaikan kebenaran, serta mengingatkan hal yang salah,” lanjut Ustadz Dede.
Ustadz Dede juga mengharapkan pemerintah fokus menyelesaikan perkara tersebut, serta para ulama harus diberikan rasa aman.
“Pemerintah kita harus fokus terhadap perkara ini. Para ustadz harus diberikan rasa nyaman dan aman. Pemerintah juga harusnya duduk bareng dengan para ulama sehingga dapat menghadirkan solusi,” tegasnya.
Ustadz Dede pun berpesan untuk tidak saling salah menyalahkan serta tidak saling menghujat.
“Tidak boleh saling marah, tidak boleh saling hujat, karena telah diajarkan para ulama kita. Saya berharap hujatan tidak lagi terjadi, saling percaya dan menjaga. Tegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu insya Allah hidup akan tentram,” tutup ustadz Dede. (jip)











