Anggaran Pilkada OKU Disetujui, Nilainya Sampai Rp40,5 Miliar

Penandatanganan NPHD untuk dana Pilkada OKU 2020.

Baturaja, Sumselupdate.com – Anggaran KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 nanti disetujui senilai Rp40,5 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dilakukan antara Bupati OKU H Kuryana Azis dengan Ketua KPU OKU Naning Wijaya, di Ruang Bina Praja Pemkab OKU, Senin (14/10/2019).

Bacaan Lainnya

Turut menyaksikan dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati OKU Johan Anuar, Sekda OKU H Achmad Tarmizi, Kepala BPKAD OKU Hanafi, Sekretaris KPU OKU Erwin Suharja, serta para komisioner KPU OKU dan sejumlah pejabat lainnya.

Naning mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih dan merasa sangat bersyukur atas perhatian Pemkab OKU yang telah bersedia menghibahkan anggaran sebesar Rp40,5 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2020.

Dengan anggaran sebesar itu kata Naning, pihaknya yakin pelaksanaan Pilkada OKU bisa berjalan sesuai dengan tahapan sampai September 2020 nanti. “Semoga Pilkada OKU bisa berjalan aman dan sukses sehingga bisa menghasilkan pemimpin yang dicintai dan diharapkan masyarakat,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan wacana kenaikan honor badan adhox? Naning menjelaskan, dana senilai Rp40,5 miliar tersebut disetujui dengan berpatokan bahwa honor badan adhox masih sama seperti Pilpres 2019 lalu.

Namun faktanya, lanjut dia, saat ini sudah keluar kebijakan dari pusat yang menjelaskan bahwa honor badan adhox ada kenaikan seperti Ketua PPK dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,2 juta perorang dan PPS dari Rp550 ribu menjadi Rp1 juta perorang.

“Jika dikalkulasikan dengan jumlah TPS yang ada di OKU ini berarti untuk Pilkada nanti kita wajib mengeluarkan tambahan biaya sebesar Rp7 miliar. Sementara sebelumnya khusus untuk gaji badan adhox kita cuma anggarkan sekitar Rp30 miliar,” tegasnya.

Kendati demikian Naning mengaku, pihaknya tetap optimis pelaksanaan Pilkada OKU akan tetap terlaksana dengan baik. “Paling-paling nanti kita lakukan efisiensi saja dikegiatan lain di luar gaji badan adhox seperti dana publikasi,” katanya. (arm)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.